Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Pejabat Tinggi AS Mundur FBI Selidiki Kebocoran Rahasia
Trending Indonesia

Pejabat Tinggi AS Mundur FBI Selidiki Kebocoran Rahasia

GunawatiBy Gunawati19-03-2026 - 16.15Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Pejabat Tinggi AS Mundur FBI Selidiki Kebocoran Rahasia
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Washington DC – Biro Investigasi Federal (FBI) telah membuka penyelidikan terhadap Joseph Kent, mantan direktur Pusat Kontraterorisme Nasional (NCTC) Amerika Serikat, menyusul pengunduran dirinya yang kontroversial. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa Kent mundur sebagai bentuk protes terhadap perang yang sedang berlangsung di Iran, namun penyelidikan FBI diduga kuat berkaitan dengan kebocoran informasi rahasia negara.

Kent, yang berusia 45 tahun dan merupakan mantan anggota pasukan khusus, secara resmi mengundurkan diri pada Selasa (17/3) dengan mengirimkan surat kepada Presiden AS Donald Trump. Dalam suratnya, ia menyatakan tidak dapat "dengan hati nurani yang baik mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran." Ia menegaskan, "Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita, dan jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika yang kuat."

Pejabat Tinggi AS Mundur FBI Selidiki Kebocoran Rahasia
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menariknya, penyelidikan FBI terhadap Kent telah berlangsung jauh sebelum pengunduran dirinya. Berbagai media AS, termasuk New York Times dan CBS, mengutip sumber anonim yang akrab dengan situasi tersebut, melaporkan bahwa investigasi ini sudah "berlangsung selama berbulan-bulan." FBI sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan komentar.

Sebelumnya, Kent adalah sekutu dekat Presiden Trump, yang menunjuknya untuk memimpin NCTC. Di sana, ia bekerja di bawah Tulsi Gabbard, bertanggung jawab menganalisis dan mengoordinasikan respons AS terhadap ancaman terorisme, serta menjabat sebagai penasihat utama kontra-terorisme bagi Presiden.

Menyikapi pengunduran diri ini, Presiden Trump pada Selasa (17/3) menuduh Kent "sangat lemah dalam hal keamanan" dan menyatakan bahwa "situasi yang baik bahwa dia keluar."

Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dengan tegas menolak "klaim palsu" dalam surat pengunduran diri Kent. Ia menyebut anggapan bahwa keputusan untuk berperang dibuat "berdasarkan pengaruh orang lain" sebagai "menghina dan menggelikan." Leavitt menambahkan, "Seperti yang telah dinyatakan Presiden Trump dengan jelas dan eksplisit, ia memiliki bukti yang kuat dan meyakinkan bahwa Iran akan menyerang Amerika Serikat terlebih dahulu."

Kasus ini menyoroti ketegangan internal di pemerintahan AS terkait kebijakan luar negeri, khususnya mengenai konflik di Timur Tengah, dan memunculkan pertanyaan serius tentang keamanan informasi negara.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Terungkap Kisah Pilu Kakak Adik di Colorado

19-03-2026 - 18.00

Trump Salah Hitung Terbesar Perang Iran

19-03-2026 - 16.45

Macron Berupaya Redakan Iran Beri Jawaban Pedas

19-03-2026 - 16.30

Pembunuhan Tokoh Iran China Beri Peringatan Keras

19-03-2026 - 16.00

Kematian Ali Larijani Mengguncang Timur Tengah

19-03-2026 - 07.00

Idul Fitri Jumat Keputusan Resmi

19-03-2026 - 03.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.