Internationalmedia.co.id – News – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras rentetan serangan Rusia yang menyasar infrastruktur sipil di Ukraina. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, melalui juru bicaranya, menegaskan bahwa agresi ini telah menyebabkan penderitaan luar biasa, membuat jutaan warga terpaksa hidup tanpa akses vital seperti pemanas dan air bersih di tengah suhu beku.
Stephane Dujarric, juru bicara Antonio Guterres, dalam sebuah pernyataan, menekankan bahwa "Serangan-serangan ini telah menyebabkan banyak korban sipil berjatuhan dan melumpuhkan layanan esensial bagi jutaan penduduk Ukraina, termasuk pasokan listrik, pemanas, dan air, pada saat kebutuhan kemanusiaan sangat mendesak." Ia menambahkan bahwa serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. "Tindakan ini tidak dapat diterima, tidak dapat dibenarkan, dan harus segera dihentikan," tegas Dujarric.

Dampak dari rentetan serangan Rusia baru-baru ini terasa paling parah di wilayah Dnipropetrovsk, di mana lebih dari satu juta jiwa kini terpaksa hidup tanpa pasokan pemanas dan air. Dengan suhu yang terus merosot di bawah titik beku, krisis kemanusiaan di wilayah tersebut semakin memburuk. Laporan dari operator jaringan listrik negara, Ukrenergo, juga menyebutkan bahwa serangan drone besar-besaran Rusia telah melumpuhkan aliran listrik di wilayah Zaporizhzhia, meninggalkan ribuan orang tanpa listrik dan pemanas.
Seperti yang terjadi pada musim dingin sebelumnya, Rusia secara konsisten mengintensifkan serangannya terhadap fasilitas-fasilitas energi Ukraina. Kyiv dan negara-negara sekutunya menilai strategi ini sebagai upaya disengaja untuk melemahkan ketahanan penduduk sipil.
Menteri Restorasi Ukraina, Oleksiy Kuleba, melalui media sosialnya, mengungkapkan bahwa "Pekerjaan perbaikan terus berlanjut di wilayah Dnipropetrovsk untuk memulihkan pasokan pemanas dan air bagi lebih dari satu juta pelanggan." Sementara itu, Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa dalam serangan terbaru, Rusia mengerahkan 97 drone. Meskipun 70 di antaranya berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Ukraina, 27 drone lainnya berhasil menghantam berbagai lokasi. Akibatnya, infrastruktur energi vital di Dnipropetrovsk mengalami kerusakan parah, sebagaimana dikonfirmasi oleh Kepala Otoritas Militer wilayah Dnipropetrovsk, Vladyslav Gaivanenko.

