Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Pangkalan Kunci Suriah Berpindah Tangan
Trending Indonesia

Pangkalan Kunci Suriah Berpindah Tangan

GunawatiBy Gunawati12-02-2026 - 23.45Tidak ada komentar3 Mins Read3 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Pangkalan Kunci Suriah Berpindah Tangan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sebuah babak baru dalam dinamika geopolitik Timur Tengah terbuka setelah Amerika Serikat secara resmi mengkonfirmasi penarikan pasukannya dari pangkalan strategis Al-Tanf di Suriah. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, langkah ini segera diikuti oleh pernyataan dari pemerintah Suriah yang mengklaim telah sepenuhnya menguasai area vital yang terletak di persimpangan perbatasan Suriah, Yordania, dan Irak tersebut. Konfirmasi penarikan ini disampaikan pada Kamis, 12 Februari 2026.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menjelaskan bahwa proses penarikan berlangsung secara tertib dan telah rampung sehari sebelumnya. Langkah ini disebut sebagai bagian dari "transisi yang disengaja dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan," demikian pernyataan CENTCOM yang dikutip oleh internationalmedia.co.id. Meskipun demikian, Kepala CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menegaskan bahwa pasukan Amerika tetap siaga penuh untuk merespons ancaman dari kelompok jihadis ISIS. "Menjaga tekanan terhadap jaringan militan tetap krusial untuk melindungi kepentingan keamanan AS dan stabilitas kawasan," ujarnya.

Pangkalan Kunci Suriah Berpindah Tangan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Suriah tidak membuang waktu untuk mengumumkan bahwa unit-unit tentaranya kini telah berhasil menguasai Al-Tanf. Mereka juga telah memulai penempatan pasukan di sepanjang perbatasan Suriah-Irak-Yordania yang berdekatan, menandai perubahan signifikan dalam kontrol teritorial di wilayah tersebut.

Selama bertahun-tahun konflik Suriah dan operasi melawan ISIS, pasukan AS telah ditempatkan di wilayah timur laut Suriah yang dikuasai kelompok Kurdi, serta di pangkalan Al-Tanf. Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didominasi Kurdi merupakan mitra utama koalisi pimpinan AS dalam memerangi ISIS hingga kelompok teroris itu kehilangan wilayah teritorialnya pada tahun 2019. Namun, setelah jatuhnya penguasa lama Bashar al-Assad lebih dari setahun yang lalu, dinamika hubungan AS dengan pemerintah baru di Damaskus semakin erat. Washington bahkan baru-baru ini menyatakan bahwa kebutuhan akan aliansinya dengan Kurdi sebagian besar telah berlalu. Pergeseran ini diperkuat dengan kesepakatan Suriah untuk bergabung dengan koalisi anti-ISIS, yang terjalin saat Presiden Ahmed al-Sharia mengunjungi Gedung Putih pada bulan November lalu.

Pasca penarikan dari Al-Tanf dan kemajuan pemerintah di Suriah timur laut, sebagian besar pasukan AS kini bermarkas di pangkalan Qasrak di Hasakeh, menurut laporan Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah. Meskipun ISIS telah mengalami kekalahan teritorial yang signifikan, kelompok ini tetap menunjukkan aktivitasnya. Mereka dituduh bertanggung jawab atas serangan pada Desember di Palmyra, di mana seorang penembak tunggal menewaskan dua tentara AS dan seorang warga sipil Amerika. Menanggapi ancaman yang berkelanjutan ini, Washington telah melancarkan serangan balasan terhadap target ISIS di Suriah. CENTCOM mengklaim telah berhasil membunuh atau menangkap lebih dari 50 militan ISIS dalam dua bulan terakhir, menunjukkan bahwa meskipun ada perubahan strategi, komitmen AS dalam memerangi terorisme tetap kuat.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Lebanon Ungkap Ribuan Nyawa Melayang

25-03-2026 - 16.30

Mengapa Lebanon Usir Dubes Iran

25-03-2026 - 16.15

Penyusup Kedubes China Bikin Geger Tokyo

25-03-2026 - 16.00

Bandara Kuwait Terbakar Hebat

25-03-2026 - 12.45

Terkuak Rencana Rahasia Trump Redakan Konflik Iran

25-03-2026 - 12.30

Macron Ultimatum Iran Ancaman Baru di Teluk

25-03-2026 - 12.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.