Internationalmedia.co.id – News – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, secara tegas mendesak Pangeran Andrew untuk memberikan kesaksian di hadapan komite Kongres Amerika Serikat. Desakan ini muncul menyusul terkuaknya dokumen baru terkait mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein yang kembali menyeret nama adik Raja Charles III tersebut.
Dokumen yang baru-baru ini dirilis oleh Departemen Kehakiman AS mengungkap serangkaian email yang menunjukkan Pangeran Andrew tetap menjalin komunikasi rutin dengan Epstein selama lebih dari dua tahun setelah Epstein dihukum atas kejahatan seksual anak. Lebih jauh, berkas tersebut juga mencakup foto-foto yang diduga menampilkan Andrew berjongkok dan menyentuh pinggang seorang wanita tak dikenal yang terbaring di lantai, dengan wajah wanita tersebut disensor.

Menanggapi bocornya dokumen-dokumen sensitif ini, PM Starmer menegaskan bahwa Pangeran Andrew harus hadir langsung di hadapan anggota Kongres AS untuk menjelaskan segala hal yang diketahuinya, demi membantu para korban. "Siapa pun yang memiliki informasi harus siap untuk membagikan informasi tersebut dalam bentuk apa pun yang diminta," kata Starmer kepada wartawan saat dalam perjalanan menuju Jepang. Ia menambahkan, "Anda tidak bisa berpusat pada korban jika Anda tidak siap untuk melakukan itu."
Sebelumnya, pada November tahun lalu, sejumlah anggota komite Kongres AS yang menyelidiki kasus Epstein juga telah menyerukan agar Andrew menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.
Hubungan Pangeran Andrew dengan Epstein telah menyebabkan ia dilucuti gelar kerajaannya dan diusir dari kediaman resminya di Kastil Windsor oleh Raja Charles pada November lalu. Mantan pangeran berusia 65 tahun itu kini menggunakan nama Andrew Mountbatten-Windsor. Ia selalu membantah melakukan pelanggaran hukum terkait hubungannya dengan Epstein, dan sebelumnya menyatakan hanya mengunjungi Epstein sekali pada 2010 untuk mengakhiri hubungan mereka setelah Epstein dihukum pada 2008.
Namun, dokumen terbaru ini membantah klaim Andrew, menunjukkan kontak rutin yang mencakup diskusi tentang kesepakatan bisnis potensial dan pertemuan sosial. Bahkan, beberapa email dalam berkas kasus tersebut menunjukkan Epstein dan Andrew membahas wanita-wanita yang akan diperkenalkan, dengan Epstein bahkan menawarkan untuk membawa tiga wanita ke Istana Buckingham.
Hingga berita ini diturunkan, Pangeran Andrew belum memberikan tanggapan resmi terkait dokumen yang baru dirilis. Istana Buckingham juga menolak berkomentar mengenai perkembangan terbaru ini.

