Internationalmedia.co.id – News – Washington DC. Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini melontarkan pujian setinggi langit kepada Ahmed al Ahmed, seorang warga sipil Australia yang menunjukkan keberanian luar biasa. Dengan tangan kosong, Ahmed berhasil merebut senjata api dari tangan salah satu pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, akhir pekan lalu. Aksi heroiknya ini tidak hanya menyelamatkan banyak nyawa, tetapi juga menarik perhatian global, termasuk dari pemimpin AS tersebut.
Momen dramatis ketika Ahmed menghadapi penembak terekam kamera dan dengan cepat menyebar viral di media sosial. Trump, dalam pernyataannya yang dikutip oleh Sydney Morning Herald, menyebut situasi di Bondi sebagai "mengerikan" namun menyoroti aksi Ahmed. "Ada seseorang yang sangat, sangat berani, yang bergerak dan menyergap langsung salah satu penembak dan menyelamatkan banyak nyawa," ujar Trump, menambahkan, "Orang yang sangat berani ini sekarang berada di rumah sakit, terluka cukup serius. Jadi, rasa hormat yang besar kepada orang yang melakukan hal itu."

Insiden penembakan massal di area Pantai Bondi pada Minggu (14/12) waktu setempat itu menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai puluhan lainnya. Ahmed sendiri menjadi korban, terkena dua tembakan di bagian atas bahu kiri saat menjalankan aksinya. Beruntung, setelah menjalani operasi, kondisinya dilaporkan stabil di rumah sakit setempat.
Berbicara saat acara Natal di Gedung Putih, Trump secara singkat membahas tragedi tersebut, menyebutnya sebagai "serangan mengerikan… serangan anti-Semitisme, sangat jelas." Senada dengan itu, otoritas AS melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio, "mengutuk keras serangan teroris" di Sydney tersebut, menandakan keseriusan insiden ini di mata internasional.
Kepolisian Australia telah mengidentifikasi dua pelaku penembakan sebagai Sajid Akram (50) dan putranya, Naveed Akram (24). Sajid tewas di lokasi setelah ditembak polisi, sementara Naveed kini dalam kondisi kritis dan berada di bawah penjagaan ketat kepolisian di rumah sakit. Otoritas setempat juga mengungkapkan bahwa Sajid memiliki enam senjata api secara legal.
Motif pasti di balik penembakan massal ini masih dalam penyelidikan mendalam. Namun, diketahui bahwa serangan terjadi selama acara tahunan "Hanukkah by the Sea" yang dihadiri lebih dari 1.000 umat Yahudi di Pantai Bondi. Kepolisian Australia telah menetapkan insiden ini sebagai "serangan teroris" dan menemukan dugaan "peledak rakitan" di dalam kendaraan yang terkait dengan pelaku, terparkir di dekat area pantai.
