Sembilan nyawa melayang dalam serangkaian serangan udara Israel di Lebanon, dengan enam di antaranya diidentifikasi sebagai pengungsi Palestina. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, insiden tragis ini mengguncang wilayah selatan Lebanon, termasuk kota dan kamp pengungsi Palestina di sekitar Sidon, pada Rabu (25/3/2026), menurut laporan media pemerintah Lebanon. Tiga korban jiwa lainnya dilaporkan di lokasi terpisah.
Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon, mengutip Kementerian Kesehatan setempat, merinci bahwa empat korban jiwa ditemukan di kota Adloun akibat "serangan musuh Israel". Sementara itu, dua orang lainnya tewas dalam gempuran terhadap sebuah apartemen di kamp pengungsi Mieh Mieh, yang juga menyebabkan empat orang terluka. Di lokasi terpisah di Lebanon selatan, kota Habboush turut menjadi sasaran, menewaskan setidaknya tiga individu dan melukai 18 lainnya.

Eskalasi kekerasan ini terjadi di tengah peningkatan intensitas serangan Israel terhadap kelompok militan Hizbullah, yang mendapatkan dukungan dari Teheran. Konflik regional yang lebih luas telah memanas sejak serangan roket Hizbullah pada 2 Maret, yang menyeret Lebanon lebih dalam ke kancah perang yang dipicu oleh gempuran AS-Israel terhadap Iran.
Meski belum ada pernyataan resmi segera dari militer Israel terkait insiden spesifik ini, sebelumnya mereka telah mengeluarkan peringatan tentang potensi serangan di pinggiran selatan Beirut, yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah dan telah menjadi target berulang kali selama konflik. Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengonfirmasi bahwa pasukannya menargetkan "infrastruktur militer Hizbullah… di seluruh pinggiran kota dengan kekuatan yang meningkat." Adraee juga mendesak warga untuk segera mengungsi demi keselamatan mereka.
Israel, yang pernah menduduki Lebanon selatan selama hampir dua dekade hingga tahun 2000, telah menyatakan niatnya untuk menguasai wilayah perbatasan hingga Sungai Litani, sekitar 30 kilometer dari garis demarkasi. Kampanye militer Israel ini telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang parah di Lebanon, dengan setidaknya 1.072 korban jiwa dan lebih dari satu juta penduduk terpaksa mengungsi, menurut data otoritas Lebanon. Di sisi lain, wilayah Israel utara juga tidak luput dari dampak konflik; sirene serangan udara seringkali memaksa warga mencari perlindungan, dan pada Selasa lalu, seorang wanita dilaporkan tewas akibat serangan roket yang diluncurkan dari Lebanon.
Untuk melihat rekaman visual terkait konflik ini, saksikan video ‘internationalmedia.co.id – Militer Israel Hancurkan Jembatan Qasmiyeh di Lebanon’.

