Internationalmedia.co.id – News – Federasi Palang Merah Internasional dan Perhimpunan Bulan Sabit Merah (IFRC) meluapkan kemarahan mendalam atas insiden tragis yang merenggut nyawa seorang paramedis saat menjalankan tugas kemanusiaan di Jalur Gaza. Peristiwa memilukan ini terjadi akibat serangan yang melanda area Khan Younis, wilayah selatan Gaza, pada Rabu lalu.
Paramedis yang gugur dalam insiden tersebut diidentifikasi sebagai Hussein Hassan Hussein Al-Samiri, seorang anggota Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) yang dikenal berdedikasi tinggi. IFRC, dalam pernyataan resminya yang dilansir internationalmedia.co.id, menegaskan bahwa Al-Samiri tewas saat berupaya menyelamatkan nyawa di area Al-Mawasi, Khan Younis.

"IFRC menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga, teman-teman, dan rekan-rekannya, serta menyatakan solidaritas penuh dengan PRCS," demikian bunyi pernyataan tersebut. Kematian Al-Samiri menambah panjang daftar korban di antara staf dan relawan Bulan Sabit Merah Palestina yang gugur sejak konflik pecah pada Oktober 2023, dengan total sedikitnya 30 jiwa melayang.
Insiden tragis ini terjadi di tengah gencatan senjata yang seharusnya membawa kedamaian. Namun, sejak kesepakatan berlaku pada Oktober tahun lalu, eskalasi kekerasan terus berlanjut di Jalur Gaza, dengan Israel dan Hamas saling tuduh telah melanggar perjanjian.
IFRC menekankan pentingnya penghormatan dan perlindungan bagi pekerja kemanusiaan dan staf medis di setiap waktu. "Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah adalah simbol perlindungan, kemanusiaan, netralitas, dan harapan. Namun, seringkali, relawan dan staf kami terbunuh saat melakukan pekerjaan menyelamatkan nyawa," tegas IFRC.
"Hilangnya nyawa Hussein menjadi pengingat tragis akan bahaya yang tak henti-hentinya dihadapi oleh mereka yang mendedikasikan hidupnya demi kemanusiaan," tambah organisasi kemanusiaan terbesar di dunia yang berbasis di Jenewa, Swiss, dengan lebih dari 17 juta relawan di lebih dari 191 negara.
Laporan dari pejabat kesehatan Gaza menyebutkan, rentetan serangan udara dan tembakan tank Israel pada Rabu lalu menewaskan sedikitnya 24 orang, termasuk tujuh anak-anak. Laporan Reuters, yang dikutip internationalmedia.co.id, merinci bahwa salah satu korban tewas adalah paramedis yang bergegas membantu korban serangan di Khan Younis, namun kemudian menjadi korban serangan kedua di lokasi yang sama.
Sementara itu, militer Israel mengklaim serangan mereka dilancarkan setelah salah satu perwira militer mereka terluka oleh "tembakan musuh" di Jalur Gaza.

