Internationalmedia.co.id – News, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi, memicu respons cepat dari Kementerian Sosial (Kemensos). Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memastikan Kemensos telah bergerak sigap untuk menangani dampak bencana ini, dengan fokus utama pada penyelamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Segera setelah informasi gempa diterima, Kemensos langsung mengerahkan tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) ke lokasi. Bantuan logistik juga tak menunggu lama, segera digerakkan dari Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, serta Gudang Pusat Kemensos di Bekasi. "Sejak informasi gempa kami terima, jajaran Kemensos langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur penanganan bencana di lapangan," terang Gus Ipul. Ia menegaskan, prioritas utama saat ini adalah penyelamatan dan perlindungan warga, memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, serta mempercepat proses pendataan korban.

Hingga Sabtu pukul 15.40 WIB, laporan sementara yang diterima internationalmedia.co.id menunjukkan gempa berdampak pada sejumlah wilayah krusial, terutama Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende. Diperkirakan sekitar 2.000 jiwa terdampak, sementara jumlah pengungsi masih dalam tahap pendataan intensif. Data awal yang tercatat cukup memprihatinkan, dengan 38 orang dilaporkan meninggal dunia, enam orang mengalami luka-luka, dan dua orang masih tertimbun. Gus Ipul menegaskan bahwa angka-angka ini masih terus diverifikasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. "Saya sudah minta seluruh jajaran di lapangan bekerja cepat, tetapi tetap memastikan datanya akurat. Prioritas pertama tentu korban yang membutuhkan pertolongan, kemudian pengungsi, kelompok rentan, serta keluarga yang kehilangan tempat tinggal," ujarnya.
Beberapa titik pengungsian sementara telah disiapkan di Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng. Tim gabungan juga terus melakukan asesmen terhadap kerusakan rumah, fasilitas umum, serta kebutuhan mendesak masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, Kemensos telah mengalokasikan bantuan logistik dengan nilai total sekitar Rp4,52 miliar. Dari Sentra Efata Kupang, bantuan senilai lebih dari Rp1,01 miliar telah digerakkan menuju Kabupaten Nagekeo, meliputi velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, tenda serbaguna, dan kids ware.
Tak hanya itu, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT turut menggerakkan bantuan senilai sekitar Rp541,6 juta menuju Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur, berupa tenda keluarga, velbed, kasur, dan tenda serbaguna. Untuk memperkuat pasokan, Kemensos juga menyiapkan dua pengiriman tambahan dari Gudang Pusat Bekasi dengan total nilai sekitar Rp2,96 miliar. Bantuan tambahan ini mencakup 6.000 paket makanan siap saji, tenda keluarga dan tenda serbaguna, kasur, selimut, makanan anak, sandang anak dan dewasa, shower kit, serta dua set dapur umum lapangan. "Logistik yang tersedia di daerah langsung kita gerakkan agar masyarakat tidak menunggu. Pada saat yang sama, stok dari pusat juga kita dorong untuk memperkuat kebutuhan beberapa hari ke depan. Jangan sampai warga terdampak kekurangan makanan, tempat berlindung, maupun kebutuhan dasar lainnya," kata Gus Ipul.
Gus Ipul juga menginstruksikan Tagana bersama pemerintah daerah untuk terus melakukan asesmen, membantu evakuasi, pendirian tenda darurat, pelayanan pengungsian, hingga pengoperasian dapur umum sesuai kebutuhan di lapangan. Khusus bagi korban meninggal dunia, Kemensos tengah melakukan verifikasi dan validasi data bersama pemerintah daerah. Setelah data dinyatakan lengkap, santunan akan segera disalurkan kepada ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku. "Untuk keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Kemensos akan memastikan hak-hak korban ditangani sesuai ketentuan," ujar Gus Ipul.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak, serta senantiasa mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG. "Yang paling penting sekarang keselamatan. Jangan masuk ke bangunan yang kondisinya belum dipastikan aman. Ikuti arahan petugas dan informasi resmi. Kemensos bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus berada di lapangan mendampingi masyarakat sampai situasi benar-benar tertangani," pungkas Gus Ipul.
Gempa terjadi pada Sabtu pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA dengan episenter di laut sekitar 30-38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. Peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan namun kemudian diakhiri setelah ancaman dinyatakan berlalu. Hingga Sabtu sore, proses pendataan korban, pengungsi, serta kerusakan masih terus berlangsung, dengan data yang dihimpun Kemensos bersifat sementara dan akan terus diperbarui berdasarkan hasil verifikasi lapangan.
