Internationalmedia.co.id – Kabar mengejutkan datang dari Timur Tengah, Israel dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah mencapai kesepakatan untuk memindahkan sekitar 200 pejuang Hamas yang saat ini terjebak di terowongan Rafah, Jalur Gaza selatan. Informasi ini mencuat dari laporan surat kabar lokal Israel, Yedioth Ahronoth, yang mengutip sumber anonim dari Kabinet Keamanan Tel Aviv.
Menurut laporan tersebut, kesepakatan ini merupakan hasil pembicaraan intensif antara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan utusan khusus AS, Jared Kushner, yang juga merupakan menantu mantan Presiden Donald Trump. Pertemuan yang berlangsung pekan ini di Israel itu membahas nasib para pejuang Hamas yang terperangkap di terowongan Rafah.

Sumber pejabat Israel yang dikutip oleh Yedioth Ahronoth mengungkapkan bahwa Israel akan memfasilitasi pemindahan para pejuang tersebut dengan aman keluar dari wilayah Palestina. Namun, hingga saat ini, belum ada negara yang menyatakan kesediaannya untuk menerima para pejuang Hamas tersebut.
Rafah sendiri terletak di sebelah timur "garis kuning" yang dikuasai oleh pasukan Israel, sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata yang dimulai pada 10 Oktober lalu. Meskipun warga Palestina diizinkan bergerak di area sebelah barat garis tersebut, zona ini kerap kali menjadi sasaran serangan Israel yang menyebabkan ratusan korban jiwa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak AS, Israel, maupun Hamas terkait laporan ini. Pada Minggu (9/11) lalu, Hamas sempat menuntut pertanggungjawaban Israel atas bentrokan yang terjadi dengan para pejuangnya yang terjebak di Rafah. Perkembangan situasi ini terus dipantau oleh internationalmedia.co.id untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

