Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Misteri Ledakan Baghdad Kedubes AS Jadi Target
Trending Indonesia

Misteri Ledakan Baghdad Kedubes AS Jadi Target

GunawatiBy Gunawati18-03-2026 - 12.00Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Misteri Ledakan Baghdad Kedubes AS Jadi Target
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Ibu kota Irak, Baghdad, kembali dilanda ketegangan menyusul serangkaian ledakan yang mengguncang kota. Pejabat keamanan Irak mengonfirmasi bahwa Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) menjadi sasaran empuk serangan gabungan drone dan roket, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Insiden ini, yang dilaporkan terjadi baru-baru ini, menyusul rentetan ledakan yang sebelumnya telah terdengar di berbagai penjuru Baghdad. Seorang saksi mata yang diwawancarai AFP, seperti dilansir internationalmedia.co.id, mengungkapkan bahwa ia menyaksikan kilatan ledakan di atas area kedutaan, mengindikasikan kemungkinan adanya upaya pertahanan udara yang berhasil mencegat proyektil. Ironisnya, di tengah hiruk pikuk tersebut, beberapa pengunjung restoran di kota itu dilaporkan tetap tenang, seolah terbiasa dengan situasi. Namun, saksi lain dari balkonnya melihat kobaran api di area pinggir halaman kedutaan, yang kemudian dikonfirmasi oleh pejabat keamanan sebagai dampak serangan drone.

Misteri Ledakan Baghdad Kedubes AS Jadi Target
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kedutaan Besar AS telah menjadi target serangan drone dan roket," ujar seorang pejabat keamanan yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengutip internationalmedia.co.id. Tidak hanya itu, sebuah drone lain yang menargetkan pusat diplomatik dan logistik AS di Bandara Internasional Baghdad juga berhasil ditembak jatuh. Beberapa jam setelah insiden awal, seorang jurnalis AFP kembali melaporkan mendengar ledakan, dengan pejabat keamanan lain mengonfirmasi bahwa "sebuah drone langsung menghantam kedutaan."

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan tersebut. Namun, seorang pejabat kedua menyebutkan bahwa salah satu drone jatuh "di dekat pagar keamanan kedutaan." Menanggapi insiden ini, Perdana Menteri Irak, Mohammed Shia al-Sudani, mengecam keras apa yang disebutnya sebagai "serangan teroris terang-terangan" yang dilakukan oleh "kelompok-kelompok penjahat" tak dikenal. Melalui juru bicaranya, Sabah al-Numan, PM Sudani mendesak pasukan keamanan untuk bertindak tegas dan tanpa kompromi dalam memburu para pelaku.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dan tuntutan dari kelompok-kelompok yang didukung Iran. Sebelumnya, Katib Hizbullah, sebuah faksi yang memiliki afiliasi dengan Iran, telah mengeluarkan ultimatum agar seluruh "tentara asing" segera angkat kaki dari Irak. Abu Mujahid al-Assaf, kepala keamanan kelompok yang baru diangkat, dengan tegas menyatakan, "Ketidakstabilan di Irak berakar pada kehadiran Amerika yang merusak, dan stabilitas sejati tidak akan terwujud sampai prajurit asing terakhir meninggalkan tanah Irak." Ia bahkan menambahkan retorika provokatif, "Entah semua orang menikmati keamanan, atau tidak ada seorang pun yang akan merasakannya."

Irak sendiri telah lama terperangkap dalam pusaran konflik Timur Tengah, seringkali menjadi medan pertempuran proksi antara kekuatan besar Amerika Serikat dan Iran. Serangan-serangan serupa, yang kerap menargetkan kepentingan AS di Irak dan di seluruh wilayah, diklaim sebagai respons terhadap operasi yang menargetkan kelompok-kelompok yang didukung Iran. Dalam beberapa hari terakhir saja, faksi-faksi bersenjata pro-Iran telah melancarkan sejumlah serangan terhadap Kedutaan Besar AS yang berlokasi di Zona Hijau Baghdad yang dijaga ketat, serta fasilitas diplomatik dan logistik Amerika di area bandara.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Kuba Siaga Penuh Hadapi Ambisi Trump

18-03-2026 - 12.45

Otak Keamanan Iran Tewas Siapa Dia Sebenarnya

18-03-2026 - 12.30

Misteri Kematian Tokoh Kunci Iran

18-03-2026 - 12.15

Trump Sebut NATO Bodoh Selat Hormuz Membara

18-03-2026 - 10.45

Dendam Berdarah Iran Guncang Jantung Israel

18-03-2026 - 10.15

Kematian Mengejutkan Tangan Kanan Pemimpin Iran

18-03-2026 - 07.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.