Internationalmedia.co.id – News – Tim SAR gabungan masih berjibaku dengan waktu dan kondisi alam di Selat Sunda. Hingga Rabu (9/9/2026) sore, upaya pencarian delapan orang, termasuk lima jurnalis yang hilang kontak, di sekitar tiga pulau dekat Gunung Anak Krakatau belum membuahkan hasil. Kapal RIB 02 Basarnas telah menyisir area vital tersebut, namun rombongan yang terdiri dari jurnalis dan awak kapal belum ditemukan.
Anggota tim SAR gabungan dari RIB 02, Ahmad Taufiq, menjelaskan bahwa penyisiran difokuskan pada tiga pulau strategis: Rakata, Krakatoa, dan Panjang. Ketiga pulau ini berada dalam radius 3 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau, sebuah zona bahaya yang ditetapkan sebagai Level III atau Siaga, melarang aktivitas masyarakat.

Kondisi perairan Selat Sunda masih menjadi tantangan serius. Taufiq mengungkapkan bahwa abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau masih pekat di beberapa wilayah. Meski demikian, awak kapal SAR berupaya cerdik dengan mengatur jalur pelayaran mengikuti arah angin, memastikan kapal tidak terpapar langsung abu vulkanik yang tebal.
Sementara itu, Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengonfirmasi bahwa area pencarian telah diperluas secara signifikan pada hari kedua. Berdasarkan hasil SAR Mission Planning (SARMEP), fokus pencarian kini mengarah ke barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau. Total area yang disisir tim SAR mencapai sekitar 271 mil laut, atau setara dengan 502 kilometer persegi, menunjukkan skala operasi yang masif.
Delapan individu yang nasibnya masih menjadi tanda tanya besar ini terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal. Para jurnalis tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang berstatus jurnalis lepas (freelance). Sementara itu, tiga awak kapal yang turut hilang kontak adalah Warta sebagai kapten, Sukarman sebagai Anak Buah Kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.
Pencarian rombongan ini bermula setelah mereka hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Rizky Dwianto menambahkan, pada hari pertama operasi, tim SAR telah menyisir perairan sekitar Pulau Krakatau dan Pulau Panjang, namun tanpa hasil. Untuk memaksimalkan upaya, tim SAR gabungan kini mengerahkan armada besar yang terdiri dari lima kapal.
Armada tersebut meliputi KN SAR Tetuka, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, KAL Anyer, serta KP Sanjaya 7016 milik Polairud Mabes Polri. Masing-masing kapal memiliki sektor pencarian yang telah ditetapkan berdasarkan SARMEP. KN SAR Tetuka dan KAL Anyer bertugas menyisir sektor berbeda, sementara RIB 02 Banten secara khusus memfokuskan pencarian di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
Di tengah upaya tak kenal lelah ini, Rizky Dwianto juga menyampaikan permohonan dukungan. "Kami mohon doanya dari rekan-rekan media dan seluruh masyarakat agar tim SAR dapat segera menemukan seluruh korban dalam kondisi selamat," pungkasnya, menyiratkan harapan besar di tengah ketidakpastian.
