Sebuah momen haru penuh inspirasi menyelimuti Gedung Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Banten, saat siswa-siswi Sekolah Rakyat (SR) memukau hadirin dengan penampilan musikalisasi puisi. Di hadapan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), anak-anak ini dengan lantang menyuarakan harapan, menandai persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 (SRT) Kabupaten Tangerang. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, acara ini menjadi bukti nyata transformasi kehidupan.
Pusat perhatian tertuju pada Zahwa Anindita Fauzi, siswa SR 4 Jakarta, yang dengan penuh penghayatan membawakan puisi berjudul ‘Dari Jalanan Menuju Harapan’. Diiringi alunan gitar dan melodi lagu ‘Pantaskah Surga Untukku’, setiap bait yang terucap memancarkan keyakinan dan semangat baru. Para orang tua dan calon siswa yang menyaksikan takjub akan keberanian dan kepercayaan diri Zahwa. "Dulu jalanan adalah tempat kami mencari makan. Kini Sekolah Rakyat adalah tempat kami menjemput masa depan," ucap Zahwa, merangkum esensi perubahan hidupnya.

Tak hanya puisi, panggung juga dimeriahkan oleh paduan suara dan pidato dalam berbagai bahasa asing yang dibawakan oleh siswa-siswi gabungan dari SR Jakarta dan Bekasi. Seskab Letkol Teddy, didampingi Mensos Gus Ipul dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, turut berinteraksi langsung, berdialog hangat dengan para orang tua dan siswa, mendengarkan kisah dan aspirasi mereka.
Dalam arahannya, Letkol Teddy menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat adalah manifestasi nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menjamin setiap anak bangsa mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas, tanpa terkecuali bagi mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera. "Sekolah Rakyat adalah wujud nyata upaya Presiden Prabowo agar seluruh anak-anak Indonesia bisa mengenyam pendidikan. Baik yang belum pernah sekolah, putus sekolah, maupun yang tidak bersekolah sama sekali, kini memiliki kesempatan," jelas Letkol Teddy.
Ia menambahkan, pendidikan gratis dan berkualitas yang disediakan SR bertujuan membuka lebar jalan bagi anak-anak untuk meraih mimpi dan cita-cita yang sebelumnya terasa mustahil. "Atas instruksi Bapak Presiden, Kementerian Sosial diamanahkan untuk mewujudkan program ini, dan syukurlah, saat ini sudah 43 ribu anak yang sebelumnya tidak bersekolah, kini dapat menikmati bangku pendidikan," tambahnya.
Di sisi lain, Menteri Sosial Gus Ipul menjelaskan bahwa keberhasilan program Sekolah Rakyat merupakan buah kolaborasi sinergis antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah daerah, melalui Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, bertanggung jawab menyediakan lahan, sementara pembangunan infrastruktur sekolah permanen dibiayai oleh APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum, sesuai arahan Presiden Prabowo.
Gus Ipul menyoroti bahwa penampilan memukau para siswa adalah bukti nyata progres signifikan dalam satu tahun penyelenggaraan SR, terutama dalam peningkatan kepercayaan diri. Ia memberikan contoh seorang siswa yang awalnya kesulitan berbahasa Inggris, namun setelah setahun di SR, kini mampu berkomunikasi dengan lancar. "Banyak teman-teman lain yang di kelas 1 SMA belum bisa membaca, namun kini alhamdulillah sudah mampu berprestasi," ungkap Gus Ipul, menekankan dampak positif SR.
Mensos Gus Ipul menutup pernyataannya dengan menegaskan filosofi inti SR: latar belakang dan tingkat kemampuan siswa yang beragam tidak akan menjadi penghalang untuk mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara. "Inilah harapan besar Bapak Presiden Prabowo. Sekolah Rakyat hadir tanpa membeda-bedakan kemampuan siswa. Setiap anak adalah aset berharga," pungkasnya.
Kutipan puisi ‘Dari Jalanan Menuju Harapan’ yang dibacakan Zahwa, secara gamblang menggambarkan perjalanan emosional mereka: "Dulu, Jalanan adalah panggung kami… Kini Sekolah Rakyat adalah tempat kami menjemput masa depan." Puisi itu juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Letkol Teddy Indra Wijaya sebagai Duta Sekolah Rakyat, dan secara khusus kepada Presiden Prabowo Subianto, yang telah membuka pintu pendidikan dan memberikan kesempatan baru bagi mereka untuk mengubah hidup.
