Internationalmedia.co.id – News – Dua prajurit Israel dilaporkan tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka dalam pertempuran sengit melawan kelompok Hizbullah di wilayah Lebanon selatan. Insiden tragis ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang telah menyeret Lebanon ke dalam pusaran perang regional yang semakin memanas.
Militer Israel, melalui pernyataan resminya pada Kamis (26/3) waktu setempat, mengonfirmasi kematian para tentaranya. Salah satu prajurit gugur akibat serangan rudal anti-tank yang diluncurkan Hizbullah. Berdasarkan investigasi awal Angkatan Bersenjata Israel (IDF), dua rudal ditembakkan dari area di sebelah utara Sungai Litani, menargetkan sebuah tank Merkava milik Israel. IDF mengklaim rudal pertama berhasil diintersepsi oleh sistem perlindungan aktif tank, namun rudal kedua berhasil menghantam sasarannya.

Sementara itu, tentara Israel lainnya tewas dalam baku tembak langsung dengan pejuang Hizbullah di lokasi yang sama di Lebanon selatan. Kejadian ini menambah daftar panjang korban di tengah operasi darat Tel Aviv yang bertujuan menargetkan posisi Hizbullah di sepanjang perbatasan.
Lebanon sendiri telah terjerat dalam konflik Timur Tengah sejak 2 Maret lalu. Pada saat itu, Hizbullah, yang didukung Iran, melancarkan serangan roket terhadap Israel. Serangan ini diklaim Hizbullah sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam sebuah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Tel Aviv merespons dengan melancarkan gempuran udara masif terhadap wilayah Lebanon, yang diklaim menargetkan basis Hizbullah. Tidak hanya itu, Israel juga mengerahkan pasukan darat untuk menyerbu area perbatasan Lebanon. Dengan dua kematian terbaru ini, total sedikitnya empat prajurit Israel telah kehilangan nyawa sejak pertempuran dengan Hizbullah kembali memanas awal Maret, termasuk dua tentara yang gugur dalam pertempuran lain pada 8 Maret lalu.
Konflik antara Israel dan Hizbullah kini menjadi salah satu dampak paling mematikan dari konfrontasi yang berkecamuk antara AS dan Israel melawan Iran sejak akhir Februari. Rentetan serangan Israel telah merenggut nyawa lebih dari 1.000 warga di berbagai wilayah Lebanon dan menyebabkan lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Situasi di perbatasan kedua negara terus memburuk, menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi yang lebih luas.

