Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Mantan PM Bangladesh Divonis Mati: Dalang Pembantaian Ribuan Orang?
Trending Indonesia

Mantan PM Bangladesh Divonis Mati: Dalang Pembantaian Ribuan Orang?

GunawatiBy Gunawati18-11-2025 - 07.05Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Mantan PM Bangladesh Divonis Mati: Dalang Pembantaian Ribuan Orang?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id Pengadilan Bangladesh menjatuhkan vonis hukuman mati secara in-absentia kepada mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina atas kejahatan terhadap kemanusiaan. Vonis ini terkait perannya dalam aksi kekerasan yang menewaskan ribuan orang saat unjuk rasa besar-besaran pada tahun 2024.

Sidang yang digelar di Dhaka ini, menjatuhkan hukuman mati atas tiga dakwaan, termasuk penghasutan, perintah pembunuhan, dan pembiaran terjadinya kekejaman. Hakim Golam Mortuza Mozumder menyatakan bahwa Hasina bersalah karena berusaha mempertahankan kekuasaan dengan cara yang brutal.

Mantan PM Bangladesh Divonis Mati: Dalang Pembantaian Ribuan Orang?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut jaksa, Hasina yang kini buron di India, bertanggung jawab atas kematian sekitar 1.400 orang dalam bentrokan selama unjuk rasa mahasiswa. Jaksa menuntut hukuman mati sebagai balasan atas ribuan nyawa yang hilang.

"Untuk satu pembunuhan, satu hukuman mati adalah aturannya. Untuk 1.400 pembunuhan, dia seharusnya dihukum 1.400 kali," tegas ketua jaksa penuntut, Tajul Islam.

Selain Hasina, mantan Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan Kamal juga dijatuhi hukuman mati, sementara mantan Kepala Kepolisian Chowdhury Abdullah Al-Mamun mengaku bersalah dan ditahan.

Pemerintah Bangladesh mendesak India untuk segera mengekstradisi Hasina dan Kamal. Mereka menganggap perlindungan terhadap keduanya sebagai tindakan tidak bersahabat dan penghinaan terhadap keadilan.

Sementara itu, PBB menyesalkan vonis mati tersebut dan menekankan pentingnya proses hukum yang adil, terutama dalam persidangan in-absentia yang berujung pada hukuman mati. PBB juga menyerukan agar para korban mendapatkan pemulihan yang efektif.

Vonis ini menjadi babak baru dalam sejarah politik Bangladesh dan memicu perdebatan tentang keadilan, hak asasi manusia, dan pertanggungjawaban atas kejahatan masa lalu.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Perbatasan Membara: Afghanistan dan Pakistan Kembali Terlibat Baku Tembak Sengit

07-12-2025 - 03.05

Internationalmedia.co.id – Berikut adalah rangkuman berita internasional terhangat hari ini, yang mencakup senyum lebar Donald Trump saat menerima penghargaan dari FIFA, ketegangan di perbatasan Afghanistan-Pakistan, misteri drone di pangkalan nuklir Prancis, pernyataan Hamas tentang Gaza, dan bantuan Sri Lanka untuk korban bencana.

06-12-2025 - 20.05

Hamas Lepas Gaza? Rencana Rahasia Setelah Perang Terbongkar!

06-12-2025 - 17.05

Trump Raih Penghargaan Perdamaian FIFA, Senyumnya Tak Terbendung

06-12-2025 - 15.45

Tegang! Perbatasan Afghanistan-Pakistan Kembali Berdarah

06-12-2025 - 15.30

Misteri di Langit Prancis Drone Tak Dikenal Intai Pangkalan Nuklir

06-12-2025 - 15.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.