London – Inggris digemparkan oleh kabar penangkapan seorang figur kerajaan. Kepolisian Inggris telah menahan mantan Pangeran Andrew, adik Raja Charles III, pada Kamis (19/2) waktu setempat. Ia diringkus di kediamannya yang berlokasi di area Norfolk, Inggris bagian timur. Menurut laporan Internationalmedia.co.id – News, penahanan ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran dalam jabatan publik saat Andrew masih mengemban tugas sebagai utusan perdagangan Inggris.
Dalam pernyataan resminya, Kepolisian Thames Valley, seperti dikutip internationalmedia.co.id dari BBC dan AFP, mengonfirmasi penangkapan seorang pria berusia 60-an tahun di Norfolk. "Sebagai bagian dari penyelidikan, hari ini (19/2) kami telah menangkap seorang pria berusia 60-an tahun dari Norfolk atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik," demikian bunyi pernyataan tersebut, tanpa secara eksplisit menyebutkan nama Andrew Mountbatten-Windsor, sebagaimana ia dikenal sekarang.

Saat ini, individu tersebut masih dalam penahanan pihak berwenang. Selain penangkapan, aparat juga melakukan serangkaian penggeledahan di beberapa alamat di Berkshire dan Norfolk yang berkaitan dengan kasus ini.
Penangkapan ini menyusul penyelidikan mendalam yang sebelumnya telah diulas oleh internationalmedia.co.id. Andrew, yang telah dilucuti gelar kerajaannya, diduga kuat pernah membagikan dokumen rahasia Inggris kepada pelaku kejahatan seks Amerika Serikat, Jeffrey Epstein, sebuah kasus yang mengguncang dunia. Tindakan tersebut, menurut kepolisian pada saat itu, dilakukan Andrew saat ia menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris.
Pusaran tuduhan serius ini bermula setelah Departemen Kehakiman AS merilis kumpulan dokumen terkait Jeffrey Epstein pada 30 Januari silam. Salah satu korespondensi email tertanggal 30 November 2010 tampak menunjukkan bahwa Andrew meneruskan kepada Epstein, apa yang digambarkan sebagai "laporan kunjungan untuk Vietnam, Singapura, Hong Kong, dan Shenzhen" yang berkaitan dengan kunjungan resminya ke Asia Tenggara. Email terpisah pada Malam Natal tahun 2010 juga mengindikasikan Andrew membagikan pengarahan rahasia mengenai peluang-peluang investasi yang terkait dengan rekonstruksi Provinsi Helmand di Afghanistan kepada Epstein.
Sejak awal mencuatnya skandal ini, Pangeran Andrew secara konsisten membantah segala tuduhan pelanggaran hukum terkait keterlibatannya dengan Epstein.
Melalui pernyataan pekan lalu, Istana Buckingham menyampaikan keprihatinan mendalam Raja Charles III atas tuduhan yang menimpa adiknya itu. Meski demikian, Istana Buckingham mengisyaratkan kesediaan untuk bekerja sama penuh dengan penyelidikan kepolisian, sembari menegaskan bahwa tanggung jawab utama untuk menanggapi tuduhan spesifik ada pada Andrew Mountbatten-Windsor sendiri.

