Internationalmedia.co.id – News Suasana pergantian tahun di wilayah Kherson, Ukraina Selatan, berubah menjadi mencekam setelah sebuah serangan pesawat tak berawak atau drone menghantam sebuah kafe dan hotel. Insiden tragis ini, yang terjadi di daerah yang dikuasai Rusia, dilaporkan menewaskan sedikitnya 24 orang dan melukai lebih dari 50 lainnya.
Menurut laporan Gubernur Kherson, Vladimir Saldo, yang dilansir kantor berita AFP, tiga unit pesawat tak berawak menjadi dalang di balik serangan yang menargetkan sebuah kafe dan hotel di pesisir Laut Hitam, tepatnya di Khorly. "Menurut laporan awal, lebih dari 50 orang terluka, dan 24 orang tewas," ungkap Saldo, menggambarkan skala kehancuran. Komite Investigasi Rusia telah membuka penyelidikan atas insiden ini.

Gambar-gambar yang diunggah Saldo memperlihatkan pemandangan mengerikan: bangunan yang dilalap api, tumpukan puing-puing yang masih membara, serta jasad-jasad yang hangus. Menyikapi kejadian ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, segera melontarkan tuduhan bahwa Ukraina telah melakukan ‘serangan teroris’ terhadap warga sipil. Sementara itu, pihak berwenang Ukraina hingga kini belum memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut.
Desa Khorly sendiri memiliki signifikansi strategis, terletak di semenanjung pantai Laut Hitam dan telah berada di bawah kendali Rusia sejak awal invasi pada Februari 2022. Namun, pada musim gugur 2022, tentara Ukraina berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah Kherson, termasuk ibu kota regional, dalam sebuah serangan balasan yang signifikan. Sejak saat itu, Sungai Dnieper telah menjadi garis depan yang memisahkan kedua belah pihak, di mana serangan pesawat tak berawak yang mematikan kerap terjadi dari kedua sisi.
