Internationalmedia.co.id melaporkan keputusan mengejutkan Pemerintah Australia yang menutup sementara Kedutaan Besarnya di Teheran. Keputusan ini diambil menyusul memburuknya situasi keamanan di Iran, imbas perang udara antara Iran dan Israel yang semakin memanas. Tidak hanya penutupan kedutaan, Australia juga memerintahkan seluruh staf diplomatik dan keluarganya untuk segera meninggalkan Iran.
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, dalam konferensi pers di Adelaide, menyatakan penutupan sementara ini bukan keputusan mudah. Pertimbangan utama adalah keamanan para stafnya di tengah eskalasi konflik. Pemerintah Australia juga mengimbau seluruh warga negaranya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut jika memungkinkan. Angka warga Australia yang terdaftar di Iran dan ingin pulang diperkirakan mencapai 2000 orang, sementara sekitar 1200 warga Australia lainnya berada di Israel.

Langkah Australia ini mengikuti jejak beberapa negara lain seperti Bulgaria, Republik Ceko, Selandia Baru, Portugal, dan Swiss yang juga telah menangguhkan operasional kedutaan mereka di Teheran. Perang udara antara Iran dan Israel yang telah berlangsung selama seminggu terakhir telah menelan banyak korban jiwa. Laporan Human Rights Activists News Agency menyebutkan sedikitnya 639 orang tewas di Iran akibat serangan udara Israel, termasuk pejabat militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil. Di sisi lain, otoritas Tel Aviv melaporkan sedikitnya 24 warga negaranya tewas akibat serangan balasan dari Iran. Konflik ini terus berlanjut dan menimbulkan kekhawatiran akan semakin meluasnya dampak kemanusiaan.
