Internationalmedia.co.id – News – Sebuah jet tempur F-15 milik Amerika Serikat dilaporkan jatuh di wilayah udara Iran, memicu operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran untuk awaknya yang hilang. Presiden AS Donald Trump telah mendapat informasi mengenai insiden serius ini, demikian konfirmasi Gedung Putih pada Jumat (3/4) waktu setempat.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa "Presiden telah diberikan informasi" terkait jatuhnya pesawat tersebut. Sebelumnya, tim keamanan nasional AS telah berkumpul di Sayap Barat Gedung Putih untuk memberikan pembaruan terkini kepada Trump.

Sejak Jumat pagi waktu setempat, Presiden Trump dilaporkan terus bekerja di Ruang Oval, Gedung Putih, menerima informasi berkala tentang upaya pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung di Iran. Hal ini mengindikasikan tingkat urgensi dan perhatian tinggi dari Washington terhadap insiden tersebut.
Di sisi lain, Iran mengklaim telah menembak jatuh jet tempur musuh tersebut. Seorang juru bicara komando operasional pusat militer Iran menyatakan bahwa "sebuah jet tempur musuh Amerika di wilayah udara Iran tengah telah dihantam dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara canggih Angkatan Udara Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)." Pesawat itu disebut "hancur total," dan pencarian lebih lanjut untuk puing-puing serta awaknya masih terus bergulir.
Klaim Iran ini diperkuat dengan laporan seorang reporter televisi Iran di saluran resmi lokal yang mengumumkan "hadiah berharga" bagi siapa pun yang berhasil menangkap awak pesawat tersebut hidup-hidup. Namun, laporan dari media AS, seperti NBC, menyebutkan bahwa pasukan khusus Amerika telah berhasil menyelamatkan salah satu dari dua awaknya, sementara satu awak lainnya masih dalam pencarian.
Menanggapi insiden yang semakin memanaskan situasi ini, Presiden Trump kepada media NBC menegaskan bahwa jatuhnya F-15 tidak akan memengaruhi negosiasi dengan Iran. "Tidak, sama sekali tidak. Tidak, ini perang," kata Trump, menggarisbawahi ketegangan yang tak tergoyahkan antara kedua negara.
Insiden F-15 ini menambah daftar panjang ketegangan militer di kawasan. Militer Iran juga mengklaim telah menembak jatuh pesawat militer A-10 milik AS di Teluk, meskipun media AS melaporkan pilotnya berhasil diselamatkan. Militer AS sendiri telah mengumumkan hilangnya beberapa pesawat selama operasi di Iran, termasuk satu pesawat tanker yang jatuh di Irak dan tiga pesawat tempur F-15 yang secara tak sengaja ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara sekutunya, Kuwait.
Konflik di Iran sendiri telah berkobar lebih dari sebulan, dipicu oleh serangan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Pembalasan Iran kemudian menyebarkan konflik ke seluruh Timur Tengah, mengguncang ekonomi global, dan berdampak pada jutaan orang di seluruh dunia.

