Kehadiran Kim Jong Un di Beijing mengejutkan dunia. Internationalmedia.co.id mengabarkan, pemimpin Korea Utara itu tiba di ibukota China pada Senin sore, disambut oleh pejabat tinggi Negeri Tirai Bambu. Kunjungan ini dikonfirmasi oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) dan sejumlah media internasional. Kunjungan mendadak ini memicu spekulasi luas terkait agenda pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping dan Presiden Vladimir Putin.
Kereta khusus berbendera Korea Utara yang membawa Kim Jong Un terlihat mendekati stasiun kereta api Beijing sebelum kedatangannya yang dikonfirmasi pukul 16.00 waktu setempat. Cai Qi, pejabat nomor lima Tiongkok, dan Menteri Luar Negeri Wang Yi menyambut kedatangannya. Foto-foto yang dirilis KCNA memperlihatkan Kim Jong Un tampak santai, bahkan merokok di luar kereta, bersama beberapa pejabat penting Korea Utara.

Kunjungan ini bertepatan dengan parade militer besar-besaran di Beijing pada Rabu mendatang, memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Kehadiran Kim Jong Un bersama Xi Jinping dan Putin dalam acara tersebut akan menjadi momen bersejarah, menandai pertemuan tingkat tinggi pertama ketiga pemimpin negara tersebut dalam satu acara. Hal ini dinilai oleh beberapa pengamat sebagai "peresmian hubungan trilateral China-Rusia-Korea Utara kepada publik", menurut Soo Kim, konsultan risiko geopolitik dan mantan analis CIA.
Anak perempuan Kim Jong Un, Kim Ju Ae, dilaporkan turut mendampingi sang ayah dalam perjalanan ini, menurut Badan Intelijen Nasional Korea Selatan. Kunjungan ini merupakan perjalanan internasional kedua Kim Jong Un dalam enam tahun terakhir dan yang pertama ke China sejak 2019. Setelah sempat aktif dalam diplomasi internasional pada 2018, Kim Jong Un tampak mengurangi aktivitasnya di panggung dunia pasca kegagalan pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump di Hanoi, Vietnam pada 2019. Namun, ia sempat bertemu Putin di Rusia Timur Jauh pada 2023.
Para analis internasional kini tengah mencermati implikasi kunjungan ini terhadap dinamika geopolitik regional dan global. Apakah ini pertanda babak baru kerjasama trilateral, atau hanya sekadar partisipasi dalam acara peringatan? Pertanyaan ini masih menjadi misteri yang menunggu jawaban.

