Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Kuba Dalam Bidikan Trump Setelah Iran
Trending Indonesia

Kuba Dalam Bidikan Trump Setelah Iran

GunawatiBy Gunawati06-03-2026 - 12.15Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Kuba Dalam Bidikan Trump Setelah Iran
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Washington DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial yang mengisyaratkan potensi intervensi militer di Kuba. Sinyal ini muncul tak lama setelah konflik di Timur Tengah memanas, dengan Trump menegaskan bahwa aksi terhadap negara Karibia itu bisa menjadi langkah selanjutnya setelah urusan dengan Iran tuntas. Pernyataan ini dilaporkan oleh Internationalmedia.co.id – News, mengutip Al Jazeera dan CNBC, pada Jumat (6/3/2026), menyusul pidatonya di Gedung Putih sehari sebelumnya.

Dalam acara penyambutan tim sepak bola Inter Miami, juara Major League Soccer 2025, di Gedung Putih pada Kamis (5/3), Trump secara eksplisit menyinggung masa depan Kuba. Ia menyampaikan apresiasi khusus kepada Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, atas "pekerjaan fantastis" dalam memperketat sanksi ekonomi terhadap Havana. "Apa yang terjadi dengan Kuba sungguh luar biasa," ujar Trump di hadapan hadirin yang mayoritas merupakan warga keturunan Kuba dari Miami.

Kuba Dalam Bidikan Trump Setelah Iran
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Poin utama yang menarik perhatian adalah ketika Trump menyatakan, "Kami pikir kami ingin menyelesaikan yang ini (perang Iran) terlebih dahulu, tetapi itu hanya masalah waktu, sebelum Anda dan banyak orang luar biasa akan kembali ke Kuba." Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa, meskipun baru seminggu setelah eskalasi militer di Timur Tengah, Gedung Putih sudah mempertimbangkan manuver kebijakan luar negeri yang signifikan di kawasan lain.

Ancaman terhadap Havana bukanlah hal baru dari pemerintahan Trump dan sekutunya. Selama ini, mereka secara konsisten meningkatkan tekanan ekonomi dengan tujuan menggulingkan pemerintahan komunis di Kuba. Isyarat terbaru ini muncul setelah Trump dengan bangga mengklaim bahwa militer AS dan Israel terus "menghancurkan musuh sepenuhnya" dalam konflik Iran.

Pola kebijakan agresif ini semakin terlihat jelas dengan tindakan AS sebelumnya di Amerika Latin. Setelah operasi militer AS pada Januari lalu yang berujung pada penggulingan dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Trump mendeklarasikan pemutusan total pasokan minyak Venezuela ke Kuba. Langkah ini sangat krusial, mengingat pasokan minyak dari Venezuela adalah urat nadi ekonomi penting bagi Kuba yang telah lama tercekik oleh rentetan sanksi berat AS.

Trump memang dikenal kerap menggunakan ancaman kekuatan militer yang luar biasa untuk memajukan prioritasnya di berbagai belahan dunia, termasuk di Amerika Latin. Sebelumnya, ia pernah menyatakan bahwa Kuba tampak "siap untuk jatuh" dalam waktu dekat. Intervensi militer AS di Venezuela, yang menewaskan puluhan orang, serta terhadap kapal-kapal penyelundup narkoba di Amerika Latin, banyak dianggap ilegal menurut hukum internasional. Namun, Trump secara terang-terangan acuh tak acuh terhadap batasan semacam itu.

"Kita telah meraih kesuksesan luar biasa dalam berbagai hal. Saya telah membangun dan membangun kembali militer pada masa jabatan pertama saya, dan kita telah menggunakannya, lebih dari yang saya inginkan, jujur saja, tetapi ketika kita menggunakannya, kita mendapati bahwa itu memang berhasil," pungkas Trump, menegaskan keyakinannya pada efektivitas intervensi militer AS di seluruh dunia.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Kematian Ali Larijani Mengguncang Timur Tengah

19-03-2026 - 07.00

Idul Fitri Jumat Keputusan Resmi

19-03-2026 - 03.15

Israel Umumkan Perburuan Tanpa Henti

19-03-2026 - 03.00

Israel Akui Bunuh Menteri Intelijen Iran Dunia Menanti Reaksi

18-03-2026 - 18.30

Iran Geger Penangkapan Besar Besaran

18-03-2026 - 18.00

Beirut Berdarah Dini Hari

18-03-2026 - 16.45
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.