Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di perbatasan Lebanon selatan kembali memuncak setelah militer Israel terlibat baku tembak sengit dengan kelompok Hizbullah di kota Bint Jbeil. Insiden yang dilaporkan terjadi di tengah upaya perpanjangan gencatan senjata ini mengakibatkan tewasnya enam anggota Hizbullah oleh pasukan Israel.
Menurut laporan dari militer Israel yang diterima internationalmedia.co.id, pasukan mereka berhasil mengidentifikasi enam militan Hizbullah yang beroperasi di Bint Jbeil, sebuah wilayah yang sebelumnya menjadi lokasi pertempuran sengit sebelum gencatan senjata diumumkan pekan lalu. Setelah identifikasi tersebut, baku tembak tak terhindarkan. Dua anggota Hizbullah dilaporkan tewas dalam konfrontasi awal. Selanjutnya, pasukan Israel melancarkan serangan terhadap sebuah bangunan yang digunakan oleh militan tersebut, menewaskan empat anggota Hizbullah lainnya.

Insiden mematikan ini terjadi di tengah pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menuding Hizbullah berupaya menyabotase proses perdamaian bersejarah antara Israel dan Lebanon. Netanyahu menegaskan bahwa upaya untuk mengamankan perdamaian telah dimulai, dan tindakan Hizbullah jelas-jelas menghambatnya, terutama setelah perpanjangan gencatan senjata disepakati pekan lalu.
Sebelumnya, militer Israel juga telah melancarkan serangan terhadap target Hizbullah di desa Deir Aames, Lebanon selatan. Serangan ini merupakan respons terhadap "pelanggaran gencatan senjata" setelah roket ditembakkan ke arah kota Shtula di Israel. Netanyahu menjelaskan bahwa struktur militer yang menjadi sasaran tersebut "digunakan oleh organisasi teroris Hizbullah untuk memajukan kegiatan teroris terhadap tentara IDF dan Negara Israel," memperingatkan penduduk untuk mengevakuasi komunitas tersebut sebelum serangan dilakukan.