Internationalmedia.co.id – News – Sebuah operasi gabungan berskala besar yang melibatkan FBI, otoritas Meksiko, dan Kepolisian Kerajaan Kanada baru-baru ini berhasil menyita aset fantastis senilai lebih dari Rp 667 miliar. Target operasi ini adalah Ryan James Wedding, mantan atlet seluncur salju Olimpiade yang kini menjadi buronan utama dan diduga kuat sebagai gembong narkoba internasional. Yang paling mencengangkan dari penyitaan ini adalah koleksi puluhan motor balap mewah, termasuk unit yang diperkirakan pernah digunakan oleh legenda MotoGP seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, hingga Marc Marquez.
Dilansir dari CNBC News melalui internationalmedia.co.id, FBI Los Angeles mengonfirmasi bahwa otoritas Meksiko berhasil mengamankan puluhan unit sepeda motor mewah dan berperforma tinggi dengan nilai estimasi mencapai USD 40 juta, atau setara dengan sekitar Rp 667 miliar. Kendaraan roda dua tersebut diyakini kuat merupakan milik Wedding. Operasi ini merupakan hasil kolaborasi lintas negara yang juga melibatkan Kepolisian Los Angeles (LAPD).

FBI Los Angeles telah merilis sejumlah foto motor yang disita, meski lokasi penemuan spesifik tidak disebutkan secara detail. Namun, dari foto-foto yang juga disebarkan oleh Toronto Star, terlihat jelas beberapa motor MotoGP asli atau replika berharga tinggi. Di antaranya adalah Ducati MotoGP tahun 2018 yang pernah dikendarai Jorge Lorenzo, serta Desmosedici tahun 2019 milik Andrea Dovizioso. Tak hanya itu, dua unit Ducati yang menjadi tunggangan Valentino Rossi pada musim balap 2011 dan 2012 juga turut diamankan. Koleksi tersebut semakin lengkap dengan adanya motor Moto2 yang digunakan Marc Marquez pada musim 2011 dan 2012.
Selain koleksi motor yang memukau, Sekretariat Keamanan dan Perlindungan Warga Negara Meksiko juga melaporkan penyitaan dua kendaraan lain, sejumlah karya seni, dua medali Olimpiade, narkoba dalam jumlah signifikan, serta berbagai barang bukti lainnya. Semua ditemukan di empat lokasi berbeda di Mexico City. Identitas pemilik medali Olimpiade tersebut hingga kini masih belum dikonfirmasi.
Ryan James Wedding sendiri bukanlah nama asing di dunia olahraga. Ia pernah mewakili Kanada dalam Olimpiade Musim Dingin 2002 di Salt Lake City, berkompetisi di cabang seluncur salju slalom paralel raksasa putra, di mana ia menempati peringkat ke-24. Namun, kini namanya justru tercantum dalam daftar Sepuluh Buronan Paling Dicari FBI, dicurigai sebagai dalang di balik jaringan perdagangan narkoba internasional. Ia diyakini bersembunyi di Meksiko, berada di bawah perlindungan kartel Sinaloa yang terkenal kejam.
Departemen Kehakiman AS telah meningkatkan hadiah untuk informasi yang dapat mengarah pada penangkapan dan penghukuman Wedding menjadi USD 15 juta atau sekitar Rp 250 miliar. Direktur FBI, Kash Patel, bahkan menyamakan Wedding dengan gembong narkoba legendaris sekelas Pablo Escobar dan Joaquín ‘El Chapo’ Guzmán, menggarisbawahi betapa berbahayanya individu ini.
Wedding telah didakwa di pengadilan federal Los Angeles atas berbagai tuduhan terkait narkoba. Lebih jauh lagi, bulan lalu ia dikenai tuduhan baru yang lebih serius, yakni memerintahkan pembunuhan terhadap seorang saksi dalam kasus pemerintah AS terhadapnya, serta merekrut pembunuh bayaran untuk menyingkirkan para pengedar narkoba saingannya.
Menurut Jaksa Agung Pam Bondi, organisasi yang dipimpin Wedding bertanggung jawab atas impor sekitar 60 metrik ton kokain per tahun ke Los Angeles. "Dia mengendalikan salah satu organisasi perdagangan narkoba paling produktif dan kejam di dunia ini. Saat ini dia adalah distributor kokain terbesar di Kanada," tegas Bondi, menggambarkan skala operasi kejahatan Wedding yang masif. Wedding memulai karier gelapnya sebagai pengedar narkoba sekitar tahun 2008, dan setelah sempat dihukum, ia dengan cepat membangun kembali kerajaannya menjadi salah satu distributor narkoba ilegal internasional kelas kakap setelah dibebaskan dari penjara pada Desember 2011.
