Ketegangan menyelimuti Universitas Brown di Amerika Serikat setelah insiden penembakan brutal pada Sabtu malam waktu setempat. Dua nyawa dilaporkan melayang dan delapan lainnya mengalami luka serius, memicu kekhawatiran mendalam di lingkungan kampus. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa otoritas setempat masih memburu pelaku yang identitasnya belum terungkap.
Wali Kota Providence, Rhode Island, Brett Smiley, mengonfirmasi tragedi ini pada Minggu (14/12), menyatakan bahwa dua individu telah meninggal dunia sementara delapan lainnya masih berjuang dalam kondisi kritis di rumah sakit. Pernyataan Smiley ini, yang dikutip dari AFP, menggarisbawahi parahnya situasi yang terjadi di salah satu institusi pendidikan terkemuka AS tersebut.

Meskipun insiden terjadi pada Sabtu malam, aparat penegak hukum belum berhasil meringkus pelaku. Smiley menambahkan, "Kami belum menahan pelaku penembakan hingga saat ini," sebuah pernyataan yang mengindikasikan bahwa perburuan masih berlangsung intensif dan menjadi prioritas utama kepolisian.
Informasi mengenai ciri-ciri pelaku mulai terkuak. Wakil Kepala Kepolisian Providence, Tim O’Hara, melalui laporan CNN International, menyebutkan bahwa tersangka terlihat mengenakan pakaian serba hitam. O’Hara menegaskan komitmen kepolisian, "Kami menggunakan semua sumber daya yang ada untuk menemukan tersangka ini," menandakan pengerahan penuh upaya untuk mengidentifikasi dan menangkap individu yang bertanggung jawab atas serangan mematikan ini.
Meskipun demikian, misteri bagaimana pelaku bisa masuk ke area kampus Universitas Brown masih menjadi pertanyaan besar bagi penyelidik. Dugaan sementara, pelaku melarikan diri melalui sisi Jalan Hope setelah melancarkan aksinya. Insiden ini telah meninggalkan duka mendalam dan kekhawatiran akan keamanan di lingkungan kampus, mendorong pihak berwenang untuk meningkatkan kewaspadaan dan penyelidikan komprehensif.

