Internationalmedia.co.id – News – Sejumlah mahasiswa program magister (S2) dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri baru-baru ini bergerak menuju Kalimantan Tengah (Kalteng). Mereka terjun langsung ke tengah masyarakat di wilayah Katingan, membawa misi penting: mengedukasi dan mensosialisasikan bahaya serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan ini berpusat di Kecamatan Katingan Hilir, dalam yurisdiksi Polres Katingan, Polda Kalimantan Tengah. Selain menyampaikan materi pencegahan karhutla, para calon pemimpin kepolisian ini juga menyambangi lokasi-lokasi yang teridentifikasi sebagai titik panas atau hotspot. Iptu Muhammad Evan Rafli Batara, salah satu mahasiswa, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga tentang ancaman karhutla dan langkah antisipasinya. "Kami hadir untuk mengedukasi dan bersosialisasi kepada masyarakat di wilayah Polres Katingan, Polda Kalimantan Tengah," ungkap Evan di lokasi, Jumat (4/9/2026).

Perhatian terhadap karhutla di Kalteng memang mendesak. Iptu Muhammad Reza Pradana mengungkapkan data mencengangkan: sepanjang tahun 2026 hingga saat ini, tercatat 19.992 titik api atau hotspot terdeteksi di Kalteng. "Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya," kata Reza, menekankan urgensi intervensi langsung dari berbagai pihak.
Melihat skala permasalahan tersebut, mahasiswa S2 STIK Polri tidak hanya berdialog. Mereka juga aktif di lapangan, menempelkan poster berisi imbauan kewaspadaan karhutla di sejumlah lokasi strategis, membagikan masker kepada masyarakat, serta berkolaborasi dengan aparat kepolisian setempat untuk mengecek titik-titik hotspot. Tak hanya itu, bantuan sosial dan makanan ringan juga disalurkan kepada warga, termasuk anak-anak, sebagai bentuk kepedulian nyata.
Dalam sesi audiensi dengan warga, Iptu Muhammad Shidqy Fauzan menegaskan bahwa pencegahan karhutla adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. "Bapak, Ibu, relawan semuanya, mari kita perbesar lagi empati kita dan saling mengingatkan terkait dengan karhutla ini. Memang sebuah masalah yang nyata dan harus kita pahami bersama sebagai masalah bersama," ajaknya, menyerukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Tak hanya soal karhutla, warga Katingan Hilir juga mendapatkan informasi vital mengenai layanan darurat kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis. Ketua Bhayangkari Daerah Kalteng, Maya Iwan Kurniawan, yang turut hadir, menjelaskan fungsi layanan ini. "Jadi Bapak, Ibu yang ada di sini bila melihat suatu kejadian, mungkin kebakaran dan kecelakaan, dan mungkin kita bingung mau hubungi ke mana, ada layanan darurat call center Polri, yaitu 110, yang bisa dihubungi dan itu bebas biaya atau bebas pulsa," jelasnya. Dalam kesempatan tatap muka tersebut, Bhayangkari juga turut menyerahkan bantuan sosial kepada warga.
