Seorang jenderal militer senior Rusia mengalami luka-luka setelah ditembak oleh individu tak dikenal di sebuah gedung apartemen di Moskow pada Jumat pagi. Letnan Jenderal Vladimir Alekseyev, yang memegang posisi kunci dalam staf umum Rusia, kini dirawat di rumah sakit menyusul insiden tersebut. Menurut laporan yang diterima Internationalmedia.co.id – News, penembakan ini terjadi pada Jumat (6/2) pagi waktu setempat.
Komite Investigasi Rusia, lembaga yang bertanggung jawab atas penyelidikan kejahatan serius di negara itu, mengonfirmasi bahwa "seseorang yang tidak dikenal melepaskan beberapa tembakan" ke arah Alekseyev. Pelaku kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian, meninggalkan sang jenderal dalam kondisi terluka. Hingga kini, kondisi pasti Letjen Alekseyev belum dirinci oleh pihak berwenang, dan motif di balik serangan ini masih menjadi misteri. Pihak berwenang juga belum memberikan informasi mengenai identitas tersangka. Seperti dilansir internationalmedia.co.id dan sumber lainnya, penyelidikan intensif sedang berlangsung, dengan "tindakan investigasi dan langkah-langkah pencarian operasional" dikerahkan untuk mengidentifikasi pelaku.

Letnan Jenderal Vladimir Alekseyev bukanlah sosok sembarangan dalam hierarki militer Rusia. Sebagai perwira karier, ia menjabat Wakil Kepala Direktorat Utama Staf Umum Kementerian Pertahanan Rusia. Rekam jejaknya mencakup peran penting dalam memimpin operasi intelijen selama intervensi militer Rusia di Suriah, mendukung rezim Bashar al-Assad. Yang tak kalah signifikan, Alekseyev juga menjadi salah satu negosiator utama dengan Yevgeny Prigozhin, pemimpin tentara bayaran Wagner, saat upaya pemberontakan singkat terhadap kepemimpinan militer Rusia pada tahun 2023.
Insiden penembakan terhadap Alekseyev ini menambah daftar panjang serangkaian kematian misterius atau serangan terhadap pejabat militer dan tokoh terkait Rusia sejak invasi ke Ukraina dimulai. Moskow kerap menuding Kyiv sebagai dalang di balik beberapa insiden tersebut. Beberapa kasus menonjol termasuk kematian Jenderal Yaroslav Moskalik, Wakil Staf Umum Rusia, pada April lalu akibat ledakan mobil dekat Moskow. Pada Desember 2024, Igor Kirillov, kepala pasukan pertahanan radiologi, kimia, dan biologi Rusia, tewas dalam ledakan skuter listrik yang dipasangi bom di Moskow, dengan Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengklaim bertanggung jawab.
Tidak hanya itu, pada April 2023, blogger militer Maxim Gomin tewas di Saint Petersburg ketika sebuah patung kecil yang dipegangnya tiba-tiba meledak. Sebelumnya, pada Agustus 2022, Daria Dugina, putri ideolog ultranasionalis Alexander Dugin, juga menjadi korban bom mobil. Rentetan peristiwa ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keamanan internal dan potensi ancaman yang dihadapi oleh figur-figur penting di Rusia.

