Internationalmedia.co.id – Israel mengklaim telah melakukan pencegatan "aman" terhadap kapal-kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla, sebuah misi kemanusiaan yang berupaya mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza. Pemerintah Israel menyatakan bahwa seluruh penumpang kapal, termasuk aktivis lingkungan Greta Thunberg, telah dipindahkan ke sebuah pelabuhan di Israel.
Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Israel, beberapa kapal dari armada tersebut berhasil dihentikan tanpa insiden. Tindakan ini dilakukan setelah kapal-kapal tersebut mendekati perairan yang diklaim Israel berada di bawah blokade mereka. Global Sumud Flotilla melaporkan bahwa pencegatan terjadi saat posisi mereka kurang dari 90 mil laut dari Jalur Gaza.

Laporan dari Global Sumud Flotilla menyebutkan beberapa kapal seperti Alma, Sirius, dan Adara "dicegat dan dinaiki secara ilegal oleh pasukan pendudukan Israel di perairan internasional". Kementerian Luar Negeri Israel memastikan bahwa Greta Thunberg dan rekan-rekannya dalam kondisi aman dan sehat. Video yang dirilis oleh kementerian menunjukkan Thunberg, 22 tahun, mengemasi barang-barangnya sebelum meninggalkan kapal.
Jumlah pasti orang yang ditahan oleh Israel belum diketahui. Rina Hassan, seorang anggota Parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina yang ikut dalam misi tersebut, mengklaim bahwa "ratusan orang telah ditangkap secara ilegal dan ditahan secara sewenang-wenang oleh Israel".
Pencegatan ini menuai kecaman dari berbagai pihak. Kementerian Luar Negeri Turki menyebut tindakan Israel sebagai "aksi terorisme" dan menyatakan bahwa beberapa warga negaranya yang ikut dalam misi tersebut telah ditahan. Turki berjanji akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan pembebasan mereka.
Presiden Kolombia Gustavo Petro juga mengumumkan bahwa dua aktivis Kolombia, Manuela Bedoya dan Luna Barreto, telah ditahan oleh pasukan Israel saat "terlibat dalam kegiatan solidaritas kemanusiaan dengan Palestina". Pemerintah Kolombia telah menyerukan pembebasan segera kedua warganya.
