Internationalmedia.co.id – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan apresiasi kepada angkatan lautnya setelah berhasil menghentikan armada kapal bantuan yang menuju Gaza. Menurut Netanyahu, tindakan ini berhasil menggagalkan upaya untuk menembus blokade Israel di wilayah Palestina.
Lebih dari 400 aktivis pro-Palestina yang berada di 41 kapal ditahan oleh angkatan laut Israel. Seorang pejabat Israel menyatakan bahwa operasi yang berlangsung selama sekitar 12 jam tersebut berhasil menggagalkan upaya "penyerbuan besar-besaran" oleh ratusan orang yang berniat melanggar blokade maritim di Jalur Gaza. Para aktivis kemudian dipindahkan ke pelabuhan Ashdod untuk diproses oleh polisi Israel.

Netanyahu menyatakan bahwa tindakan angkatan lautnya telah mencegah puluhan kapal memasuki zona perang dan menggagalkan kampanye delegitimasi terhadap Israel.
Sebelumnya, Hamas mengecam tindakan Israel sebagai "kejahatan pembajakan" terhadap kapal-kapal Global Sumud Flotilla yang dicegat saat berlayar mendekati Jalur Gaza. Mereka menyerukan kecaman internasional terhadap tindakan Tel Aviv.
Global Sumud Flotilla, yang terdiri dari sekitar 45 kapal dengan membawa politisi dan aktivis dari berbagai negara, termasuk aktivis Swedia Greta Thunberg, berangkat dari Spanyol bulan lalu dengan tujuan menembus blokade Israel atas Jalur Gaza. PBB melaporkan bahwa wilayah tersebut sedang dilanda kelaparan.
Pasukan Israel mencegat kapal-kapal tersebut setelah memberikan peringatan untuk tidak memasuki perairan yang diklaim berada di bawah blokade mereka. Kapal yang membawa Thunberg termasuk di antara kapal yang dicegah untuk berlayar lebih jauh.
