Internationalmedia.co.id melaporkan penangkapan 26 individu di Iran yang diduga bekerja sama dengan Israel. Penangkapan ini diumumkan menyusul gencatan senjata antara kedua negara, menimbulkan pertanyaan besar terkait motif dan skala operasi yang melibatkan para tersangka. Organisasi Intelijen Korps Hazrat Vali Asr, menurut kantor berita Fars, menyatakan para tersangka terlibat dalam berbagai aktivitas anti-keamanan, penyebaran kecemasan publik, dan tindakan sabotase. Sebagian besar telah mengakui perbuatan mereka.
Pengakuan ini muncul setelah Kepala Staf Israel, Eyal Zamir, memamerkan keberhasilan operasi rahasia pasukan komandonya di Iran selama perang 12 hari. Zamir mengklaim pasukannya menguasai wilayah udara Iran dan beroperasi di lokasi yang dipilih secara bebas, berkat koordinasi dan taktik yang cermat. Operasi rahasia ini, menurut Zamir, memberikan kebebasan bertindak operasional yang signifikan bagi militer Israel.

Keberhasilan operasi Israel ini, yang diklaim oleh Zamir, membuat penangkapan 26 orang di Iran semakin menarik untuk ditelusuri. Apakah penangkapan ini merupakan balasan atas operasi rahasia Israel, atau bagian dari strategi keamanan Iran yang lebih luas? Pertanyaan ini masih belum terjawab. Situasi ini semakin kompleks mengingat Iran baru-baru ini mengeksekusi tiga orang yang dituduh memata-matai untuk Israel. Teheran memang kerap mengumumkan penangkapan dan eksekusi individu yang diduga bekerja untuk badan intelijen asing, terutama Israel. Perkembangan selanjutnya akan menentukan seberapa besar dampak penangkapan ini terhadap hubungan Iran-Israel yang tegang.
