Internationalmedia.co.id – News – Teheran mengklaim telah meluncurkan rudal hipersonik canggih bernama Fattah-2. Langkah ini disebut sebagai balasan atas serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel. Sebuah video yang dirilis oleh media pemerintah Iran menunjukkan momen peluncuran rudal tersebut, menegaskan kemampuan hipersoniknya yang mematikan.
Menurut laporan dari The Times of India dan China Global Television Network (CGTN) yang dikutip internationalmedia.co.id pada hari Selasa, video peluncuran Fattah-2 telah tersebar luas. Selain Fattah-2, media pemerintah Iran juga menyebut penggunaan rudal balistik Qadr Emad dan Kheibar Shekan dalam operasi ini. Fattah-2 sendiri pertama kali diperkenalkan pada tahun 2023, digambarkan sebagai penerus rudal Fattah dengan peningkatan kemampuan hipersonik yang signifikan.

Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak Iran mengenai target spesifik dari rudal hipersonik Fattah-2 tersebut. Baik Israel maupun Amerika Serikat juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait klaim peluncuran rudal ini.
Ketegangan di kawasan ini memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2) lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memicu kemarahan dan sumpah balas dendam dari Teheran.
Sebagai respons, Iran segera melancarkan serangkaian serangan balasan. Beberapa pangkalan militer AS di negara-negara Asia Barat, termasuk Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Kuwait, menjadi sasaran. Tidak hanya itu, Israel juga tidak luput dari serangan rudal Iran. Kelompok yang didukung Iran, Hizbullah, juga turut melancarkan serangan ke wilayah Israel, menambah daftar eskalasi konflik.
Perkembangan ini menandai babak baru dalam konflik yang semakin memanas di Timur Tengah, dengan Iran menunjukkan kekuatan militernya melalui teknologi rudal canggih dalam menghadapi musuh-musuhnya.

