Internationalmedia.co.id – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah mantan Presiden AS, Donald Trump, melontarkan ancaman yang sangat keras. Trump menyatakan bahwa Iran akan "dihapus dari muka bumi" jika dirinya menjadi sasaran serangan.
Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan akibat demonstrasi berdarah di Iran. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuding AS dan Israel sebagai dalang di balik kematian ribuan orang selama protes anti-pemerintah. Khamenei bahkan menyebut Trump sebagai "kriminal" yang terlibat langsung dalam kekerasan tersebut.

Pernyataan Khamenei itu dibalas dengan keras oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang memperingatkan bahwa serangan terhadap Khamenei akan dianggap sebagai deklarasi perang oleh Iran. Juru bicara Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Jenderal Abolfazl Shekarchi, juga menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika pemimpin mereka diserang.
"Trump tahu bahwa jika tangan agresi diulurkan ke arah pemimpin kami, kami tidak hanya akan memutus tangan itu, tapi kami akan membakar dunia mereka dan tidak akan memberi mereka tempat berlindung yang aman di wilayah ini," tegas Shekarchi.
Menanggapi ancaman-ancaman tersebut, Trump mengeluarkan ultimatum yang lebih keras. Dalam sebuah wawancara, Trump menyatakan telah memberikan instruksi yang sangat jelas agar AS "memusnahkan" Iran jika sesuatu terjadi padanya.
"Saya memiliki instruksi yang sangat tegas. Apa pun yang terjadi, mereka akan memusnahkan mereka dari muka bumi," kata Trump.
Iran sendiri saat ini tengah berupaya memulihkan situasi pasca kerusuhan yang terjadi selama aksi-aksi protes anti-pemerintah sejak akhir Desember. Aksi tersebut merupakan demonstrasi terbesar sejak revolusi Islam di Iran pada tahun 1979.
Kelompok hak asasi manusia melaporkan bahwa lebih dari 4.000 kematian telah dikonfirmasi selama protes tersebut. Demonstrasi massal dipicu oleh kesulitan ekonomi yang dialami warga Iran, di mana mata uang Iran mencapai titik terendah baru di bawah kepemimpinan Ayatollah Khamenei.
