Jakarta – Sebuah tawaran sekaligus ultimatum dilayangkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada Iran. Dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) di AS, Trump secara resmi mengajak Teheran untuk bergabung, namun diiringi peringatan keras akan "hal buruk" yang menanti jika tawaran tersebut ditolak. Demikian dilaporkan Internationalmedia.co.id – News pada Jumat (20/2/2026), mengutip Al-Jazeera.
Di hadapan para pemimpin negara anggota Dewan Perdamaian, Trump mengutarakan bahwa partisipasi Iran akan sangat disambut baik. Namun, ia juga menegaskan bahwa AS tidak akan mempermasalahkan jika Iran memilih untuk tidak bergabung, meskipun "jalur yang akan ditempuh akan sangat berbeda," demikian kutipan dari pernyataan Trump.

Presiden AS itu secara tegas menyatakan bahwa Iran tidak bisa lagi terus-menerus menjadi faktor pengganggu stabilitas di seluruh kawasan. Pernyataan ini menggarisbawahi kekhawatiran Washington terhadap peran Teheran dalam konflik regional dan ancaman terhadap keamanan global.
Oleh karena itu, Trump mendesak Iran untuk segera mencapai kesepakatan. "Mereka harus membuat kesepakatan. Hal-hal buruk akan terjadi jika tidak," tandas Trump, mengisyaratkan konsekuensi serius jika Teheran tetap pada pendiriannya dan menolak ajakan untuk berdamai.

