Internationalmedia.co.id – News – Teheran mengambil kebijakan ekonomi yang sangat krusial di tengah memanasnya situasi geopolitik. Pada Selasa (3/3/2026), pemerintah Iran secara resmi mengumumkan larangan ekspor untuk semua produk pangan dan pertanian. Langkah drastis ini diambil saat konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel memasuki hari keempat.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis oleh kantor berita Tasnim dan dikutip AFP, pemerintah Iran menegaskan bahwa "ekspor semua produk pangan dan pertanian telah dilarang hingga pemberitahuan lebih lanjut." Fokus utama pemerintah saat ini adalah menjamin ketersediaan pasokan esensial untuk kebutuhan domestik rakyatnya.

Iran telah mengaktifkan rencana darurat nasional sejak awal mula serangan gabungan AS-Israel. Penekanan pada prioritas pasokan barang-barang pokok bagi masyarakat ditegaskan kembali sebagai respons terhadap krisis yang terjadi.
Eskalasi konflik ini bermula pada Sabtu (28/2), ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Insiden tragis tersebut berujung pada tewasnya pemimpin spiritual tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior.
Teheran segera bersumpah akan melancarkan pembalasan atas serangan tersebut. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke beberapa pangkalan militer AS yang tersebar di berbagai negara Asia Barat, termasuk Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.
Tak hanya itu, Israel juga menjadi sasaran serangan Iran. Situasi semakin kompleks dengan bergabungnya kelompok militan yang didukung Iran, Hizbullah, yang turut melancarkan serangan terhadap Israel, memperluas cakupan konflik di kawasan.

