Paus Leo XIV Pertimbangkan Tawaran Trump, Ada Apa?
Vatikan City – Undangan mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kepada pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia, Paus Leo XIV. Trump mengundang Paus untuk menjadi bagian dari Dewan Perdamaian yang ia gagas. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Negara untuk Vatikan, Pietro Parolin, di Roma, Italia, pada Rabu (21/1) waktu setempat.

"Kami telah menerima undangan ini dan Paus telah menerimanya. Saat ini, kami sedang mempertimbangkan langkah selanjutnya," ujar Parolin, orang nomor dua di Vatikan, seperti dilansir AFP, Kamis (22/1/2026).
Parolin menambahkan bahwa Vatikan memerlukan waktu untuk menelaah proposal Trump secara mendalam sebelum memberikan jawaban resmi. Dewan Perdamaian sendiri pertama kali diusulkan Trump pada September tahun lalu, awalnya dengan fokus mengakhiri konflik di Gaza. Namun, Trump kemudian memperluas cakupan dewan tersebut untuk mengatasi berbagai konflik di seluruh dunia. Trump sendiri akan menjabat sebagai ketua pertama dewan ini.
Menurut draf piagam pembentukan, Dewan Perdamaian akan berupaya "mempromosikan stabilitas, memulihkan pemerintahan yang dapat diandalkan dan sah, dan mengamankan perdamaian abadi di area-area yang terdampak atau terancam oleh konflik." Keanggotaan negara akan dibatasi selama tiga tahun, kecuali mereka menyumbang US$ 1 miliar (Rp 16,9 triliun) untuk pendanaan dewan dan mendapatkan keanggotaan permanen.
Gedung Putih mengklaim telah mengirimkan sekitar 50 undangan kepada para pemimpin dunia, dan sekitar 35 di antaranya telah menyatakan komitmen untuk bergabung. Negara-negara yang telah setuju bergabung termasuk sekutu AS di Timur Tengah seperti Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, Qatar, dan Mesir. Anggota NATO seperti Turki dan Hungaria juga telah menyatakan kesediaan mereka.
Selain itu, negara-negara seperti Indonesia, Maroko, Pakistan, Kosovo, Uzbekistan, Kazakhstan, Paraguay, Argentina, dan Vietnam juga telah mengumumkan niat mereka untuk bergabung. Armenia dan Azerbaijan, yang mencapai kesepakatan damai yang dimediasi AS pada Agustus lalu, juga dilaporkan setuju untuk bergabung.
Kehadiran Belarusia, yang pemimpinnya, Alexander Lukashenko, lama dikucilkan Barat karena catatan HAM yang buruk dan dukungannya terhadap perang Rusia di Ukraina, menjadi sorotan tersendiri. Sementara itu, Norwegia dan Swedia telah menolak undangan tersebut, dan Prancis mengindikasikan akan melakukan hal yang sama.
