Trump Batalkan Tarif Eropa, Ada Apa dengan Greenland?
Davos, Swiss – Mantan Presiden AS, Donald Trump, membuat kejutan dengan menarik kembali ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa yang sebelumnya menentang rencananya untuk mengambil alih Greenland. Pernyataan ini muncul setelah pertemuannya dengan Sekjen NATO, Mark Rutte, di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.

Dalam pidatonya, Trump sempat menyebut Denmark "tidak tahu berterima kasih", namun kemudian mengesampingkan opsi tindakan militer. "Saya tidak ingin menggunakan kekerasan. Yang diminta Amerika Serikat hanyalah sebuah tempat bernama Greenland," ujarnya.
Melalui platform Truth Social, Trump mengindikasikan adanya pergeseran sikap yang signifikan. Ia mengklaim telah mencapai kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dengan Rutte, yang akan berlaku "selamanya".
"Berdasarkan pertemuan yang sangat produktif dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, kami telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dan, pada kenyataannya, seluruh wilayah Arktik," kata Trump. Ia menambahkan bahwa solusi ini akan sangat baik bagi AS dan semua negara NATO.
Pembatalan tarif perdagangan terhadap negara-negara Eropa yang menentang rencananya menguasai Greenland juga diumumkan. "Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan tarif yang dijadwalkan berlaku pada 1 Februari," tegas Trump. Sebelumnya, Trump berencana memberlakukan tarif perdagangan sebesar 10 persen terhadap 8 negara Eropa, termasuk Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia, yang akan dinaikkan menjadi 25 persen pada Juni 2026.
Trump mengklaim bahwa kesepakatan ini akan memberikan AS "semua yang kami inginkan", namun detail kerangka kesepakatan tersebut masih belum jelas. Ketika ditanya apakah AS akan mendapatkan kedaulatan atas Greenland, Trump menjawab dengan ragu-ragu, "Ini adalah kesepakatan jangka panjang yang paling utama."
Sementara itu, Rutte menyatakan bahwa masalah kedaulatan Greenland "tidak dibahas" dalam pembicaraannya dengan Trump. Ia hanya menegaskan bahwa NATO akan terus berupaya mengamankan wilayah Arktik dari musuh seperti Rusia atau China.
Juru bicara NATO, Allison Hart, menambahkan bahwa Denmark, Greenland, dan AS akan bernegosiasi untuk "memastikan bahwa Rusia dan China tidak pernah mendapatkan pijakan — secara ekonomi atau militer — di Greenland."
