Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden tragis mengguncang perairan Singapura ketika kapal pesiar mewah World Legacy dilalap api, menewaskan seorang anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia. Musibah ini memicu evakuasi ratusan penumpang yang tengah menikmati perjalanan mereka, menciptakan kepanikan sesaat di tengah laut.
Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) mengonfirmasi bahwa kobaran api di kapal World Legacy telah berhasil dipadamkan. Meski tidak ada laporan cedera serius di antara awak kapal maupun 271 penumpang, empat orang dilaporkan telah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis lebih lanjut sebagai langkah antisipasi.

Sayangnya, insiden ini merenggut nyawa seorang ABK WNI yang identitasnya belum dirilis. "Awak kapal yang meninggal, warga negara Indonesia, telah dipindahkan ke darat," demikian pernyataan resmi dari Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura, seperti dikutip kantor berita AFP. Mereka juga menambahkan bahwa "Keseluruhan 271 penumpang dari kapal World Legacy telah dievakuasi dengan selamat," menunjukkan respons cepat dalam penanganan darurat.
Investigasi awal mengindikasikan bahwa titik api berasal dari area lounge di dek kesembilan kapal. Kebakaran terjadi pada Jumat pagi waktu setempat. Hingga kini, penyebab pasti insiden tragis ini masih dalam penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang.
World Cruises, operator kapal yang berbasis di Singapura, belum memberikan komentar terkait insiden ini saat dihubungi. Kapal World Legacy sendiri, yang terdaftar di Liberia, dikenal sebagai "destinasi gaya hidup terapung" yang menawarkan pengalaman unik bagi penumpangnya. Para wisatawan biasanya menaiki kapal ini melalui perjalanan feri singkat dari Singapura atau Malaysia.
Kapal ini memungkinkan penumpang untuk menikmati fasilitasnya selama beberapa jam atau memilih paket hingga tiga hari. Rutinitasnya, World Legacy biasanya berlabuh di perairan Singapura setiap Jumat sebelum kembali ke tempat berlabuhnya. Otoritas pelabuhan menegaskan bahwa "Kapal dalam kondisi stabil, dan saat ini berlabuh di Raffles Reserved Anchorage (di Singapura)," memastikan tidak ada ancaman lebih lanjut.
Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap secara tuntas penyebab kebakaran ini dan memberikan kejelasan bagi keluarga korban serta publik. Ikuti terus perkembangan berita ini di internationalmedia.co.id.

