Sebuah manuver diplomatik yang tegang tengah berlangsung antara dua sekutu lama. Inggris dilaporkan masih menahan izin krusial bagi Amerika Serikat untuk memanfaatkan pangkalan militernya, sebuah langkah yang vital bagi potensi operasi militer AS terhadap Iran. Internationalmedia.co.id – News mengamati, laporan dari The Times mengungkap bahwa Washington tengah menyusun strategi untuk menggunakan RAF Fairford, markas armada pesawat pengebom Amerika di Eropa, sebagai titik tumpu.
Menurut laporan Fox News yang dikutip The Times pada Jumat (20/2/2026), Presiden AS Donald Trump bahkan telah berdialog langsung dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Selasa (17/2) lalu mengenai rencana ini. Namun, kekhawatiran serius muncul di kalangan pejabat Inggris. Mereka cemas bahwa memberikan lampu hijau bagi AS untuk menggunakan pangkalan RAF dalam serangan militer dapat berujung pada pelanggaran hukum internasional.

Pangkalan militer RAF Fairford di Gloucestershire dan wilayah Diego Garcia di Samudra Hindia memang bukan nama baru dalam sejarah operasi militer AS di Timur Tengah; keduanya pernah menjadi landasan bagi serangan-serangan sebelumnya. Saat ini, fokus Washington adalah menekan Iran agar menyetujui pembatasan program nuklirnya. Presiden Donald Trump secara terang-terangan mengancam kemungkinan serangan jika Teheran gagal memenuhi tuntutan tersebut, bahkan telah memobilisasi kapal perang, pesawat, dan aset militer lainnya ke kawasan Timur Tengah sebagai persiapan.
Menanggapi situasi ini, seorang juru bicara pemerintah Inggris, seperti dilansir BBC pada Jumat (20/2/2026), menegaskan bahwa "ada proses politik yang sedang berlangsung antara AS dan Iran, yang didukung oleh Inggris." Ia menambahkan, "Iran tidak akan pernah boleh mengembangkan senjata nuklir, dan prioritas kami adalah keamanan di kawasan ini." Di sisi lain, Presiden Trump, melalui platform Truth Social miliknya, dengan tegas menyatakan: "Jika Iran memutuskan untuk tidak membuat kesepakatan, mungkin perlu bagi Amerika Serikat untuk menggunakan Diego Garcia, dan lokasi Pangkalan Udara [RAF] di Fairford [Gloucestershire], untuk memberantas potensi serangan oleh rezim yang sangat tidak stabil dan berbahaya."
Menariknya, dalam serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran tahun lalu, baik RAF Fairford maupun Diego Garcia tidak digunakan. Kala itu, sebuah sumber senior pertahanan Inggris mengungkapkan bahwa Washington bahkan tidak meminta izin. Kontras dengan insiden tersebut, pangkalan-pangkalan militer Inggris baru-baru ini dimanfaatkan AS untuk mendukung operasi perebutan kapal tanker Bella 1 di awal tahun ini, namun dengan dukungan penuh dari Inggris dan dinyatakan sah berdasarkan hukum internasional oleh para menteri. Ini menggarisbawahi pentingnya perjanjian lama yang mewajibkan AS untuk terlebih dahulu meminta izin sebelum menggunakan pangkalan militer Inggris untuk operasi militer apa pun.

