Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Indonesia Pimpin Pasukan Gaza Hamas Bersuara
Trending Indonesia

Indonesia Pimpin Pasukan Gaza Hamas Bersuara

GunawatiBy Gunawati22-02-2026 - 07.00Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Indonesia Pimpin Pasukan Gaza Hamas Bersuara
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Kabar mengenai pembentukan Pasukan Stabilitas Internasional (ISF) yang akan dikerahkan ke Gaza telah memicu respons dari kelompok Hamas. Indonesia, dalam pengumuman yang mengejutkan, ditunjuk sebagai salah satu wakil komandan pasukan multinasional tersebut, sebuah peran signifikan yang langsung menarik perhatian dunia dan pihak-pihak terkait di konflik Palestina.

Penunjukan Indonesia sebagai wakil komandan ISF diumumkan pada pertemuan perdana "Dewan Perdamaian" yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington beberapa waktu lalu. Dalam forum tersebut, sejumlah negara menyatakan komitmennya untuk mengirimkan pasukan, dengan Indonesia menjadi salah satu kontributor utama yang siap mengerahkan hingga 8.000 prajurit.

Indonesia Pimpin Pasukan Gaza Hamas Bersuara
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menanggapi rencana ini, juru bicara Hamas, Qassem, menyampaikan sikap kelompoknya. "Posisi kami mengenai pasukan internasional sudah jelas," ujarnya, seperti dilansir AFP pada Sabtu (21/2/2026). Hamas menggarisbawahi bahwa mereka menginginkan kehadiran pasukan penjaga perdamaian yang memiliki mandat spesifik.

"Kami menginginkan pasukan penjaga perdamaian yang memantau gencatan senjata, memastikan pelaksanaannya, dan bertindak sebagai penyangga antara tentara pendudukan dan rakyat kami di Jalur Gaza, tanpa mencampuri urusan internal Gaza," tegas Qassem. Pernyataan ini menunjukkan adanya syarat ketat dari Hamas terkait ruang lingkup operasi ISF.

ISF sendiri direncanakan akan memiliki kekuatan sekitar 20.000 tentara, dilengkapi dengan pembentukan pasukan polisi baru. Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi AS untuk Gaza, dalam pertemuan Dewan Perdamaian, telah mengumumkan dimulainya proses rekrutmen untuk pasukan polisi pasca-Hamas di Gaza.

Terkait pasukan polisi, Qassem menambahkan, "Melatih pasukan polisi Palestina dalam kerangka nasional mereka bukanlah masalah jika tujuannya adalah untuk menjaga keamanan internal di Jalur Gaza dan menghadapi kekacauan yang ingin diciptakan oleh pendudukan dan milisinya." Ini menandakan bahwa Hamas dapat menerima pelatihan polisi asalkan tujuannya murni untuk stabilitas internal Palestina.

Kesiapan Indonesia untuk berkontribusi secara signifikan juga telah dikonfirmasi. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono sebelumnya menyatakan bahwa Indonesia siap mengirimkan hingga 1.000 prajurit ke Gaza pada April, dengan potensi peningkatan jumlah hingga 8.000 personel pada akhir Juni tahun ini.

Jika terealisasi, kontribusi Indonesia ini akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah misi penjaga perdamaian global, sekaligus menjadikan Indonesia negara pertama yang secara terbuka menyatakan kesediaannya. Namun, penempatan pasukan masih menunggu persetujuan akhir dari Presiden Prabowo. Selain Indonesia, Presiden Trump menyebut Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania sebagai negara lain yang telah berkomitmen.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, juga memberikan klarifikasi mengenai penerimaan Palestina terhadap ISF. Menurutnya, pihak Palestina memahami rencana pengiriman Pasukan Stabilisasi Internasional tersebut. "Kemarin juga ada Palestina, Prof Dr Ali Shaath, ada di sana sebagai perwakilan Palestina yang juga merupakan chairman NCAG, National Committee on Administration of Gaza. Jadi Palestina juga sudah ada di sana, sudah tahu, sudah paham," jelas Sugiono.

Sugiono menambahkan bahwa Ali Shaath menyampaikan kebutuhan utama Palestina adalah situasi yang aman dan stabil. "Pertama, yang mereka butuhkan adalah situasi yang aman dan stabil. Jadi semua rencana komprehensif, kunci pertamanya adalah gencatan senjata, kemudian menciptakan suasana yang aman dan stabil. Baru tahap-tahap berikutnya itu bisa dilakukan dan itu juga kemarin sudah disampaikan," pungkas Sugiono, menggarisbawahi pentingnya gencatan senjata sebagai fondasi bagi langkah-langkah selanjutnya di Gaza.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Pakistan Balas Dendam Gempur Markas Teroris

22-02-2026 - 07.45

Kapal Induk Raksasa AS Tiba Apa Rencana Trump

22-02-2026 - 03.30

Tragedi Laut Kreta Tiga Tewas

22-02-2026 - 03.00

Belasan Tewas Lebanon Murka Gencatan Senjata Terancam

21-02-2026 - 21.15

Kapal Induk Raksasa AS Merapat Timur Tengah Bergejolak

21-02-2026 - 21.00

Situasi Iran Memanas Dua Negara Eropa Serukan Warga Pulang

21-02-2026 - 18.45
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.