Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Hukuman 18 Tahun, Mantan Asisten Navalny Dituntut Rusia
Trending Indonesia

Hukuman 18 Tahun, Mantan Asisten Navalny Dituntut Rusia

GunawatiBy Gunawati12-06-2025 - 04.00Tidak ada komentar1 Min Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Hukuman 18 Tahun, Mantan Asisten Navalny Dituntut Rusia
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id memberitakan vonis mengejutkan dari pengadilan militer Moskow. Leonid Volkov, mantan tangan kanan Alexei Navalny, dijatuhi hukuman 18 tahun penjara. Pria berusia 44 tahun ini dinyatakan bersalah atas lebih dari 40 dakwaan dalam sembilan kasus pidana, termasuk tuduhan membenarkan terorisme, menyebarkan berita palsu tentang militer, penipuan, dan membentuk organisasi ekstremis. Informasi ini didapat internationalmedia.co.id dari laporan AFP, Rabu (11/6/2025).

Volkov, yang saat ini berada di pengasingan dan tak hadir dalam persidangan, menanggapi vonis tersebut dengan sarkasme melalui unggahan di Telegram. Sikapnya yang santai justru semakin menyoroti ketegangan politik di Rusia. Ia meninggalkan Rusia sejak 2019 setelah menghadapi sejumlah kasus pidana dan masuk daftar pencarian orang sejak 2021. Insiden penyerangan dengan palu yang dialaminya di Vilnius, April tahun lalu, semakin memperumit situasi. Sekutu Navalny menduga serangan tersebut berasal dari kelompok oposisi anti-Kremlin lainnya.

Hukuman 18 Tahun, Mantan Asisten Navalny Dituntut Rusia
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Navalny sendiri merupakan tokoh oposisi utama Presiden Vladimir Putin, yang pernah memimpin demonstrasi anti-pemerintah besar-besaran sebelum invasi Rusia ke Ukraina. Penggunaan undang-undang sensor yang diperketat pasca-invasi, semakin memperlihatkan upaya pemerintah Rusia membungkam kritik terhadap perang yang telah berlangsung tiga tahun tersebut. Kasus Volkov menjadi bukti nyata dari kerasnya tangan Kremlin dalam menghadapi oposisi.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Perbatasan Membara: Afghanistan dan Pakistan Kembali Terlibat Baku Tembak Sengit

07-12-2025 - 03.05

Internationalmedia.co.id – Berikut adalah rangkuman berita internasional terhangat hari ini, yang mencakup senyum lebar Donald Trump saat menerima penghargaan dari FIFA, ketegangan di perbatasan Afghanistan-Pakistan, misteri drone di pangkalan nuklir Prancis, pernyataan Hamas tentang Gaza, dan bantuan Sri Lanka untuk korban bencana.

06-12-2025 - 20.05

Hamas Lepas Gaza? Rencana Rahasia Setelah Perang Terbongkar!

06-12-2025 - 17.05

Trump Raih Penghargaan Perdamaian FIFA, Senyumnya Tak Terbendung

06-12-2025 - 15.45

Tegang! Perbatasan Afghanistan-Pakistan Kembali Berdarah

06-12-2025 - 15.30

Misteri di Langit Prancis Drone Tak Dikenal Intai Pangkalan Nuklir

06-12-2025 - 15.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.