Internationalmedia.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan Universitas Harvard setelah melalui negosiasi panjang dan tegang. Trump menyebutkan bahwa Harvard setuju untuk membayar US$ 500 juta atau setara dengan Rp 8,3 triliun dan akan mengoperasikan sekolah-sekolah kejuruan.
Trump menyampaikan pernyataan ini kepada wartawan di Gedung Putih, dengan menyebutkan bahwa Menteri Pendidikan AS, Linda McMahon, sedang menyelesaikan detail akhir kesepakatan tersebut. "Mereka akan membayar sekitar US$ 500 juta dan mereka akan mengoperasikan sekolah-sekolah kejuruan. Mereka akan mengajari orang-orang tentang cara menggunakan AI dan banyak hal lainnya, mesin, banyak hal," ujar Trump, merujuk pada peran Harvard dalam kesepakatan ini.

Hingga saat ini, pihak Harvard belum memberikan komentar resmi terkait pernyataan Trump.
Ketegangan antara Trump dan Harvard bermula dari ancaman pemerintah AS untuk menahan dana federal kepada berbagai institusi pendidikan tinggi di AS. Isu yang menjadi pemicu beragam, mulai dari aksi protes pro-Palestina hingga inisiatif iklim dan praktik keberagaman.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) telah menyuarakan kekhawatiran tentang kebebasan berbicara dan independensi akademik di AS. Trump berulang kali menuduh berbagai universitas di AS, termasuk Harvard, menoleransi antisemitisme selama aksi pro-Palestina marak digelar beberapa waktu lalu.
Selain Harvard, pemerintah Trump juga mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan Universitas Columbia dan Universitas Brown, meskipun detail kesepakatan tersebut belum diungkapkan secara rinci.
Sebelumnya, Presiden Universitas Harvard, Alan Garber, memperingatkan bahwa tindakan federal pemerintahan Trump dapat memangkas pendanaan universitas hingga US$ 1 miliar per tahun, yang berpotensi menyebabkan PHK dan pembekuan perekrutan.
