Internationalmedia.co.id melaporkan, Israel melancarkan serangan dahsyat di Kota Gaza. Sebuah gedung tinggi, Menara Mushtaha di lingkungan Al-Rimal, rata dengan tanah Jumat lalu. Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer Israel yang semakin intensif, menargetkan gedung-gedung tinggi yang diduga digunakan Hamas.
Militer Israel sebelumnya mengeluarkan pernyataan resmi yang menyebutkan telah mengidentifikasi aktivitas teroris Hamas di sejumlah gedung tinggi di Kota Gaza. Mereka memperingatkan akan menargetkan lokasi-lokasi tersebut dalam beberapa hari ke depan. Pernyataan tersebut disusul dengan serangan kilat terhadap Menara Mushtaha, kurang dari satu jam kemudian. Pihak militer menuduh Hamas memanfaatkan gedung tersebut untuk melancarkan serangan terhadap pasukan Israel.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan runtuhnya Menara Mushtaha setelah ledakan besar. Awan debu dan asap membumbung tinggi ke langit. Foto-foto pasca-serangan menunjukkan warga Palestina memeriksa puing-puing bangunan yang hancur. Meskipun militer Israel mengklaim telah mengambil tindakan pencegahan untuk meminimalisir korban sipil, termasuk memberikan peringatan, seorang saksi mata, Arej Ahmed, menceritakan kepanikan warga yang bergegas menyelamatkan diri sebelum gedung tersebut dihancurkan.
Juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal, mengecam keras tindakan Israel, menuduhnya melakukan pengungsian paksa terhadap warga sipil. Serangan Israel di Kota Gaza dan sekitarnya pada hari Jumat menewaskan sedikitnya 19 orang, menambah jumlah korban tewas warga Palestina menjadi setidaknya 32 orang. Konflik ini terus berlanjut dengan intensitas tinggi, menimbulkan kekhawatiran akan semakin banyaknya korban jiwa.

