Internationalmedia.co.id melaporkan, Greta Thunberg, aktivis iklim kenamaan, telah tiba di Paris setelah dideportasi dari Israel. Kejadian ini menyusul penahanannya bersama belasan aktivis lainnya karena mencegat kapal Madleen yang menuju Jalur Gaza.
Informasi dari Al Jazeera menyebutkan, Thunberg mendarat di Bandara Charles de Gaulle, Paris, Selasa (10/6/2025). Dalam keterangannya, Thunberg menuding pasukan Israel melakukan penyerangan dan penculikan ilegal. Ia bersama tiga aktivis lain tengah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza menggunakan kapal tersebut. "Menyerang dan menculik secara ilegal," tegasnya.

France24 melansir pernyataan Thunberg yang menyatakan dirinya dan rekan-rekannya tidak melanggar hukum. Ia pun mendesak pembebasan segera para aktivis yang masih ditahan di Israel. "Saya sangat jelas dalam kesaksian saya bahwa kami diculik di perairan internasional dan dibawa ke Israel tanpa keinginan kami," ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Israel merilis foto Thunberg di dalam pesawat sebelum lepas landas. Alasan deportasi ke Prancis, bukan Swedia, negara asalnya, belum dijelaskan. Pihak berwenang Israel menyatakan pada Selasa (10/6) bahwa Thunberg dan para aktivis lainnya, yang ditahan di atas kapal menuju Jalur Gaza, telah dipindahkan ke bandara Ben Gurion, Tel Aviv, untuk dideportasi.
Kapal Madleen, dioperasikan oleh Freedom Flotilla Coalition, membawa bantuan kemanusiaan simbolis ke Jalur Gaza. Kapal yang berangkat dari Italia pada 1 Juni ini dicegat di perairan internasional dekat Jalur Gaza pada Senin (9/6) dan dialihkan ke pelabuhan Ashdod. Israel menyebut kapal tersebut sebagai "selfie yacht" dan para aktivisnya sebagai "selebriti."
Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan, "Para penumpang ‘Selfie Yacht’ telah tiba di bandara Ben Gurion untuk meninggalkan Israel dan kembali ke negara asal mereka. Mereka yang menolak menandatangani dokumen deportasi akan dibawa ke hadapan otoritas peradilan."
Freedom Flotilla Coalition menyatakan 12 aktivis di kapal Madleen "sedang diproses untuk dipindahkan ke tahanan otoritas Israel" dan "mungkin diizinkan terbang meninggalkan Tel Aviv paling cepat malam ini." Di antara ke-12 aktivis tersebut terdapat Thunberg, anggota Parlemen Eropa asal Prancis, Rima Hassan, serta dua jurnalis, Omar Fayyad (Al Jazeera) dan Yanis Mhamdi (Blast).
