Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Greta Thunberg: Deportasi dari Israel, Tetap Berjuang untuk Gaza
Trending Indonesia

Greta Thunberg: Deportasi dari Israel, Tetap Berjuang untuk Gaza

GunawatiBy Gunawati12-06-2025 - 04.45Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Greta Thunberg: Deportasi dari Israel, Tetap Berjuang untuk Gaza
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan, Greta Thunberg, aktivis iklim kenamaan, dideportasi dari Israel setelah upaya pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza digagalkan. Peristiwa ini memicu kecaman internasional dan semakin menyoroti krisis kemanusiaan yang terjadi di wilayah tersebut.

Bersama 11 aktivis lainnya dari Freedom Flotilla Coalition (FFC), Thunberg berlayar dari Italia pada 1 Juni 2025 menuju Gaza dengan kapal Madleen. Tujuan mereka adalah mengirimkan bantuan simbolis dan meningkatkan kesadaran global akan krisis pangan di Gaza. Namun, kapal mereka dihadang oleh angkatan laut Israel pada 9 Juni dan dialihkan ke wilayah Israel.

Greta Thunberg: Deportasi dari Israel, Tetap Berjuang untuk Gaza
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Thunberg dan sejumlah aktivis lainnya kemudian ditahan. Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan melalui media sosial X bahwa Thunberg telah dideportasi ke Prancis. Foto-foto Thunberg di dalam pesawat sebelum lepas landas pun diunggah sebagai bukti. Keputusan deportasi ke Prancis, bukan Swedia, negara asalnya, hingga kini belum dijelaskan secara rinci.

Pengalaman pahit ini tak menyurutkan semangat Thunberg. Di Bandara Charles de Gaulle, Paris, ia mengecam keras tindakan Israel yang disebutnya sebagai penculikan dan pelanggaran HAM. Ia menegaskan bahwa pengalaman pribadinya tak sebanding dengan penderitaan warga Palestina yang mengalami genosida dan kelaparan sistematis. Lima aktivis Prancis yang berada di kapal Madleen ditahan karena menolak meninggalkan Israel secara sukarela.

Thunberg kembali ke Swedia dan disambut oleh para pendukungnya di Bandara Arlanda, Stockholm. Ia menegaskan kembali kecamannya terhadap Israel, menyebut tindakan Israel sebagai pelanggaran hukum internasional dan kejahatan perang. Ia juga mengkritik keheningan pemerintah dunia atas krisis kemanusiaan di Gaza dan berjanji akan terus memperjuangkan keadilan bagi warga Palestina. Pernyataan Thunberg ini sejalan dengan laporan sejumlah organisasi HAM, termasuk Amnesty International, yang menuding Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza, meski tudingan ini dibantah keras oleh pihak Israel. Thunberg menyerukan tindakan nyata dari pemerintah dunia dan individu untuk mengakhiri penderitaan warga Gaza.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Trump Ungkap Isi Negosiasi Rahasia Iran

07-02-2026 - 10.45

Greenland Mendadak Jadi Pusat Perhatian Global

07-02-2026 - 07.30

Mantan Pemimpin Dunia Terseret Pusaran Skandal Epstein

07-02-2026 - 07.15

Oman Jadi Saksi Perundingan Krusial Iran AS

07-02-2026 - 07.00

Tragedi Tambang Maut India Korban Terus Bertambah

07-02-2026 - 03.30

Dubes AS Boikot Ketua Parlemen Polandia

06-02-2026 - 23.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.