Internationalmedia.co.id melaporkan temuan mengejutkan dari Amnesty International. Organisasi hak asasi manusia terkemuka ini menuduh Israel menerapkan kebijakan yang disengaja untuk membuat warga Palestina di Gaza kelaparan. Tuduhan serius ini muncul di tengah peringatan PBB dan lembaga bantuan internasional mengenai ancaman kelaparan massal di wilayah tersebut.
Meskipun Israel membatasi akses bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, mereka berulang kali membantah tuduhan sengaja menciptakan kelaparan. Namun, Amnesty International, dalam laporan terbaru mereka yang dikutip oleh internationalmedia.co.id, menyatakan sebaliknya. Laporan tersebut, berdasarkan kesaksian warga Palestina yang mengungsi dan staf medis yang merawat anak-anak kekurangan gizi, menyebut tindakan Israel sebagai "kampanye kelaparan yang disengaja."

Amnesty International lebih lanjut menuduh Israel secara sistematis menghancurkan kesehatan, kesejahteraan, dan tatanan sosial kehidupan warga Palestina di Gaza. Mereka bahkan menyebut situasi ini sebagai bagian dari "genosida yang sedang berlangsung" yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Gaza. Laporan ini disusun berdasarkan wawancara dengan 19 warga Gaza yang mengungsi dan dua staf medis di Kota Gaza.
Pihak militer dan Kementerian Luar Negeri Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan Amnesty International ini. Sebelumnya, COGAT (Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah), sebuah badan di Kementerian Pertahanan Israel yang mengurusi urusan sipil di wilayah Palestina, telah menolak klaim meluasnya malnutrisi di Gaza dan membantah data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza.
Perlu diingat, ini bukan kali pertama Amnesty International melayangkan tuduhan keras kepada Israel. Pada April lalu, mereka menuduh Israel melakukan "genosida yang disiarkan langsung" terhadap warga Palestina di Gaza. Tuduhan tersebut langsung dibantah oleh Israel. Kini, dengan tuduhan terbaru ini, tensi di antara kedua belah pihak diperkirakan akan semakin memanas. Perkembangan situasi ini akan terus dipantau oleh internationalmedia.co.id.

