Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, baru-baru ini melontarkan pernyataan tegas yang mengguncang dinamika konflik di Jalur Gaza. Internationalmedia.co.id – News melaporkan dari Tel Aviv, Smotrich mengisyaratkan bahwa Hamas akan segera dihadapkan pada ultimatum untuk melucuti seluruh persenjataannya. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, militer Israel (IDF) mengancam akan melakukan pendudukan penuh atas seluruh wilayah Gaza.
Dalam wawancara dengan penyiar publik Kan, Smotrich secara eksplisit menyatakan, "Kami memperkirakan bahwa dalam beberapa hari mendatang, Hamas akan diberi ultimatum untuk melucuti senjata dan sepenuhnya melakukan demiliterisasi Gaza." Ia menambahkan bahwa jika Hamas tidak mematuhi, IDF akan memiliki "legitimasi internasional dan dukungan Amerika" untuk melaksanakannya sendiri. Smotrich menegaskan, IDF telah mempersiapkan diri dan sedang menyusun rencana untuk skenario tersebut.

Pernyataan ini muncul di tengah fase kedua gencatan senjata yang disponsori Amerika Serikat di Gaza. Sebelumnya, pada fase pertama, tentara Israel mundur ke posisi di belakang Garis Kuning, namun tetap menguasai lebih dari separuh wilayah tersebut. Fase kedua, yang secara resmi dimulai bulan lalu, mengagendakan penarikan bertahap tentara Israel dan pelucutan senjata Hamas, sebuah poin yang ditentang keras oleh kelompok militan tersebut.
Smotrich, yang juga merupakan anggota kabinet keamanan Israel yang bertugas menyetujui operasi militer skala besar, tidak ragu-ragu dalam pernyataannya. "Militer Israel pasti akan memasuki dan menduduki Gaza jika Hamas tidak bubar," ujarnya. Ketika ditanya mengenai detail operasional, ia mengungkapkan bahwa "saat ini ada dua atau tiga alternatif yang sedang kami pertimbangkan" untuk melancarkan operasi tersebut.
Rencana perdamaian yang diajukan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump, juga mencakup pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) berkekuatan 20.000 personel, yang beberapa negara telah berkomitmen untuk bergabung. Smotrich mengklaim bahwa koordinasi dengan Amerika telah dilakukan terkait bagaimana IDF akan beroperasi melawan Hamas di tengah keberadaan tentara asing. "Hamas akan mundur dengan sangat cepat dan membiarkan (militer Israel) masuk. Ini dikoordinasikan dengan Amerika," katanya. Namun, ia juga menambahkan nada skeptis, "Ngomong-ngomong, saya belum melihat mereka masuk secepat itu," merujuk pada Pasukan Keamanan Israel (ISF).

