Internationalmedia.co.id – Kabar duka menyelimuti Filipina. Gempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayah tengah Filipina telah merenggut nyawa puluhan orang dan menyebabkan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Data terbaru dari pemerintah Filipina menunjukkan jumlah korban tewas akibat gempa tersebut telah mencapai 26 orang, sementara 147 orang lainnya mengalami luka-luka.
Gempa berkekuatan 6,9 skala Richter ini mengguncang Pulau Cebu pada Selasa (30/9) malam, menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan bangunan. Sedikitnya 22 bangunan dilaporkan rusak akibat guncangan gempa.

Uskup Agung Cebu, Pdt. Alberto S. Uly, telah memerintahkan pemeriksaan struktural terhadap semua gereja dan pastoran di wilayah Filipina tengah. Ia juga mengimbau umat paroki di wilayah utara provinsi untuk tidak menggunakan gereja mereka sampai ada penilaian keamanan yang memadai. "Kami terus berdoa kepada Bapa kami yang penuh kasih memohon ketenangan dan kekuatan di tengah cobaan ini," ujar Pdt. Uy dalam pernyataannya.
Pemerintah Provinsi Cebu telah membuka permintaan bantuan relawan medis melalui laman Facebook resminya untuk membantu penanganan pascagempa. Upaya pemulihan terhambat oleh kegelapan malam dan gempa susulan yang terus terjadi.
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina mencatat setidaknya 379 gempa susulan mengguncang wilayah tersebut. Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah jalan desa. Gempa ini juga menyebabkan pemadaman listrik di seluruh Cebu dan pulau-pulau sekitarnya akibat putusnya kabel listrik. Upaya penyelamatan terus dilakukan sepanjang malam oleh tim gabungan.
