Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Eksekusi ‘Twitter Killer’ Jepang: Akhir dari Kisah Pembunuhan Berantai Mengerikan
Trending Indonesia

Eksekusi ‘Twitter Killer’ Jepang: Akhir dari Kisah Pembunuhan Berantai Mengerikan

GunawatiBy Gunawati28-06-2025 - 07.05Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan eksekusi mati Takahiro Shiraishi, pria yang dikenal sebagai "Twitter Killer," telah dilakukan di Jepang. Eksekusi ini menandai eksekusi mati pertama di Jepang sejak tahun 2022. Berita ini disiarkan oleh NHK, lembaga penyiaran Jepang, dan juga dikutip oleh AFP dan Japan Times pada Jumat (27/6/2025). Shiraishi, 34 tahun, dieksekusi dengan hukuman gantung.

Pria ini dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan sembilan orang di Prefektur Kanagawa pada tahun 2017. Hakim menyebut tindakannya sebagai "kejahatan yang sangat keji dalam sejarah kriminal Jepang," mengingat ia membunuh sembilan korban dalam kurun waktu hanya dua bulan. Korbannya, terdiri dari satu pria dan delapan wanita berusia antara 15 hingga 26 tahun, Shiraishi targetkan melalui media sosial Twitter, karena mereka menunjukkan keinginan untuk mengakhiri hidup mereka.

Eksekusi 'Twitter Killer' Jepang: Akhir dari Kisah Pembunuhan Berantai Mengerikan
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Setelah membujuk para korban ke apartemennya di Zama, Shiraishi melakukan pembunuhan dan memutilasi mereka. Ia menyembunyikan potongan tubuh korban di dalam kulkas dan kotak peralatan, bahkan mencampurnya dengan sampah kucing untuk mengaburkan jejak kejahatannya. Menteri Kehakiman Keisuke Suzuki menggambarkan kejahatan Shiraishi sebagai rangkaian "perampokan, pemerkosaan, pembunuhan, penghancuran mayat, dan penelantaran mayat," yang dilakukan untuk memuaskan hasrat seksual dan finansialnya. Kekejaman Shiraishi, yang meliputi pemukulan, pencekikan, dan mutilasi, menimbulkan kecemasan besar di kalangan masyarakat Jepang. Suzuki menyatakan bahwa keputusan eksekusi telah diambil setelah pertimbangan yang matang. Kasus ini menjadi sorotan karena sadisnya tindakan Shiraishi dan penggunaan media sosial sebagai alat untuk menargetkan korbannya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Krisis Sarung Tangan Mengancam Layanan Medis

17-04-2026 - 18.45

Terungkap Rencana Besar Trump untuk Iran

17-04-2026 - 18.30

Malam Berdarah Lebanon Jelang Gencatan Senjata

17-04-2026 - 18.15

Gencatan Senjata Dimulai Israel Malah Beraksi

17-04-2026 - 18.00

Iran Ungkap Peran Krusial Pakistan di Balik Gencatan Senjata

17-04-2026 - 16.45

Trump Kecewa Australia Albanese Beri Klarifikasi Mengejutkan

17-04-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.