Internationalmedia.co.id – News – Suasana global kembali memanas pada Kamis (12/2) dengan serangkaian peristiwa penting yang menarik perhatian dunia. Ibu kota Ukraina, Kyiv, menjadi sorotan utama setelah dihantam serangan rudal Rusia secara besar-besaran, sementara di sisi lain, Israel membuat langkah mengejutkan dengan bergabung dalam Dewan Perdamaian bentukan mantan Presiden AS Donald Trump. Berbagai insiden lain, mulai dari penembakan di kampus Rusia hingga adu jotos di parlemen Turki, turut mewarnai dinamika internasional hari ini, sebagaimana dirangkum oleh internationalmedia.co.id.
Kyiv Dihantam Rudal Rusia Skala Besar

Ibu kota Ukraina, Kyiv, dilaporkan mengalami serangan rudal Rusia secara "besar-besaran" pada Kamis pagi waktu setempat. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengonfirmasi bahwa "serangan besar-besaran terhadap ibu kota masih berlangsung" melalui kanal Telegramnya, seperti dilaporkan oleh Reuters dan Al Arabiya. Serangan tersebut tidak hanya menargetkan fasilitas non-perumahan, tetapi juga menghantam sejumlah bangunan tempat tinggal di kedua sisi Sungai Dnipro yang membelah kota, menimbulkan kekhawatiran serius akan keselamatan warga sipil.
Israel Resmi Bergabung dengan Dewan Perdamaian Trump
Di tengah ketegangan geopolitik, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan keputusan penting negaranya untuk secara resmi bergabung dengan "Board of Peace" atau Dewan Perdamaian yang diinisiasi oleh Donald Trump. Pengumuman ini disampaikan Netanyahu saat kunjungannya ke Washington pada Rabu (11/2), di mana ia bertemu dengan Trump dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Sebuah foto yang dirilis setelah pertemuan menunjukkan Netanyahu menandatangani dokumen keanggotaan tersebut, menandai komitmen Israel terhadap dewan yang dibentuk berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB November lalu. Dewan ini diberi mandat untuk membentuk pasukan stabilisasi internasional di Gaza pasca-gencatan senjata Oktober, sesuai rencana Trump yang disepakati Israel dan Hamas.
Putin Absen dari Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian
Namun, inisiatif perdamaian Trump ini tampaknya belum mendapat dukungan penuh dari semua pihak. Pemerintah Rusia secara tegas menyatakan bahwa Presiden Vladimir Putin maupun pejabat Kremlin lainnya tidak berencana menghadiri pertemuan pertama Dewan Perdamaian yang dijadwalkan pada 19 Februari di Washington. Juru bicara presiden, Dmitry Peskov, kepada media Rusia RTVI, menegaskan bahwa "tidak ada seorang pun dari Kremlin yang merencanakan apa pun," seraya menambahkan bahwa proposal pertemuan tersebut masih dalam peninjauan Kementerian Luar Negeri Rusia. Pertemuan ini diharapkan menjadi konferensi puncak kepemimpinan dan penggalangan dana untuk rekonstruksi Jalur Gaza.
Penembakan Tragis di Kampus Rusia, 1 Tewas 3 Luka
Dari Rusia, kabar duka datang dari sebuah perguruan tinggi di selatan negara itu, di mana aksi penembakan yang dilakukan seorang mahasiswa menewaskan seorang petugas keamanan dan melukai tiga orang lainnya. Insiden tragis ini terjadi di sebuah perguruan tinggi teknik di kota Anapa, dekat Laut Hitam dan Krimea yang dianeksasi Moskow. Kepolisian Rusia melaporkan bahwa pelaku telah berhasil ditahan. Peristiwa semacam ini, yang dulunya jarang terjadi di Rusia, kini semakin sering muncul, menandai peningkatan serangan dalam beberapa bulan terakhir.
Parlemen Turki Ricuh, Anggota Adu Jotos karena Menteri Baru
Sementara itu, ketegangan politik berujung pada kericuhan fisik di parlemen Turki. Anggota parlemen dari partai berkuasa dan oposisi terlibat adu jotos menyusul perdebatan sengit mengenai pengangkatan Menteri Kehakiman yang baru. Menurut laporan Associated Press, para anggota parlemen oposisi berupaya menghalangi Jaksa Agung Istanbul Akin Gurlek untuk mengucapkan sumpah jabatan setelah ditunjuk oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan. Emosi yang memuncak menyebabkan saling dorong dan bahkan beberapa pukulan melayang di antara para legislator. Gurlek sendiri dikenal karena memimpin persidangan tingkat tinggi terhadap anggota partai oposisi utama, Partai Rakyat Republik (CHP), yang oleh oposisi sering dikecam sebagai bermotivasi politik.

