Internationalmedia.co.id – News melaporkan, panggung politik global kembali diwarnai ketegangan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump melancarkan desakan keras terhadap Presiden Israel Isaac Herzog. Desakan ini bertujuan agar Herzog memberikan pengampunan kepada sekutunya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang tengah menghadapi tuduhan penyuapan. Trump, dalam pernyataannya kepada wartawan pada Kamis (12/2) waktu setempat, memuji Netanyahu sebagai pemimpin masa perang yang "luar biasa". Namun, ia tak segan mengkritik Herzog karena menolak memberikan pengampunan presiden, menyebut tindakan tersebut "memalukan".
Selain isu di atas, sejumlah peristiwa internasional lain juga menarik perhatian pembaca internationalmedia.co.id pada Jumat (13/2/2026) ini:

Pentagon Perintahkan Kapal Induk Kedua Bergerak ke Timur Tengah
Situasi di Timur Tengah semakin memanas setelah Departemen Pertahanan AS, Pentagon, dilaporkan telah memerintahkan pengerahan kapal induk kedua ke wilayah tersebut. Langkah ini diambil di tengah pertimbangan Presiden Trump untuk melancarkan tindakan militer terhadap Iran. Washington dan Teheran sendiri baru memulai pembicaraan tidak langsung pekan lalu terkait masa depan program nuklir Iran. Trump secara tegas memperingatkan "konsekuensi sangat traumatis" bagi Iran jika gagal mencapai kesepakatan nuklir. Sebelumnya, akhir bulan lalu, AS telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta armada pengiringnya ke Teluk Persia, sebagai respons atas tindakan keras Iran terhadap protes anti-pemerintah.
Horor 2 Wanita Dimutilasi-Dibuang ke Tempat Sampah di Turki
Kabar mengerikan datang dari Istanbul, Turki. Dua wanita berkewarganegaraan Uzbekistan ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, dimutilasi, dengan potongan tubuh mereka dibuang di tempat sampah. Kepolisian setempat telah menahan dua pria, juga warga Uzbekistan, yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan keji ini. Media lokal Turki, seperti dilansir AFP, mengindikasikan bahwa kedua korban dibunuh dengan cara dan di lokasi yang sama di distrik Sisli, Istanbul, sekitar 23 Januari lalu. Motif di balik pembunuhan brutal ini masih dalam penyelidikan.
Ngeri, Ribuan Warga Gaza ‘Lenyap’ Akibat Senjata Termal Israel
Dari Jalur Gaza, sebuah laporan investigasi khusus yang dirilis oleh Al Jazeera, media ternama berbasis di Qatar, mengungkap fakta mengejutkan. Ribuan warga Palestina dilaporkan "lenyap" akibat penggunaan senjata oleh militer Israel sejak konflik pecah pada Oktober 2023. Lenyapnya ribuan jiwa ini dikaitkan dengan dugaan penggunaan senjata bersuhu sangat tinggi oleh Israel, yang konon mampu menguapkan jaringan tubuh manusia tanpa meninggalkan jejak. Penyelidikan mendalam ini, seperti dilaporkan Al Jazeera dan dilansir Anadolu Agency, termuat dalam laporan berjudul "The Rest of the Story" yang tayang pada Senin (9/2) waktu setempat.
Ketua KPK Malaysia Akan Diperiksa Gegara Punya Saham Rp 3,4 M
Sementara itu, di Malaysia, lembaga anti-korupsi negara tersebut tengah menghadapi kontroversi internal. Pemerintah Malaysia telah memerintahkan penyelidikan terhadap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Malaysia, Azam Baki, atas tuduhan pelanggaran keuangan. Tuduhan ini muncul menyusul laporan mengenai kepemilikan saham secara tidak sah di sebuah perusahaan publik. Skandal ini semakin memperkeruh upaya Malaysia untuk memulihkan citra negaranya pasca-skandal 1MDB yang merugikan miliaran dolar AS dan menyeret mantan perdana menteri ke penjara, serta meninggalkan beban utang besar bagi negara. Bloomberg, media terkemuka, melaporkan bahwa Azam Baki diduga memiliki jutaan saham di sebuah perusahaan jasa keuangan, senilai sekitar 800.000 Ringgit atau setara Rp 3,4 miliar.

