Internationalmedia.co.id – News – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa negosiasi antara AS dan Iran akan terus berjalan, sebuah langkah yang disambut dengan keraguan mendalam oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Pertemuan ketujuh antara kedua pemimpin di Washington baru-baru ini menjadi panggung bagi perbedaan pandangan yang mencolok mengenai masa depan hubungan AS-Iran.
Trump, dalam pernyataannya yang dikutip Netanyahu sebelum keberangkatannya kembali ke Israel, mengungkapkan keyakinannya bahwa Teheran kini memahami dengan siapa mereka berurusan. "Presiden percaya bahwa kondisi yang ia ciptakan, dikombinasikan dengan fakta bahwa mereka pasti memahami bahwa mereka telah melakukan kesalahan terakhir kali ketika mereka tidak mencapai kesepakatan, dapat menciptakan kondisi untuk mencapai kesepakatan yang baik," ujar Netanyahu. Presiden AS itu juga dilaporkan menolak desakan pemimpin Israel untuk mengambil sikap yang lebih keras dalam pembicaraan nuklir dengan Iran.

Namun, Netanyahu tidak menyembunyikan skeptisismenya. "Saya tidak akan menyembunyikan dari Anda bahwa saya menyatakan skeptisisme umum mengenai kualitas kesepakatan apa pun dengan Iran," tegasnya. Ia menekankan pentingnya kesepakatan yang mengakomodasi kepentingan Israel, menyoroti program rudal balistik Iran serta dukungannya terhadap kelompok-kelompok militan seperti Hamas di Palestina, pemberontak Houthi di Yaman, dan Hizbullah di Lebanon. "Ini bukan hanya masalah nuklir," tambah Netanyahu, memperingatkan bahwa ancaman Iran melampaui isu nuklir semata.
Pembicaraan antara Washington dan Teheran sendiri telah dimulai kembali pekan lalu dengan pertemuan di Oman. Proses ini terjadi setelah putaran negosiasi sebelumnya terhenti akibat perang 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni 2025, yang kemudian diikuti oleh serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran. Hingga saat ini, Iran menolak untuk memperluas cakupan pembicaraan di luar isu program nuklirnya, meskipun Washington bersikeras untuk memasukkan pembahasan mengenai program rudal balistik Teheran dan dukungannya terhadap kelompok militan regional. Di tengah dinamika diplomatik ini, Trump juga berulang kali mengisyaratkan potensi tindakan militer AS terhadap Iran menyusul penindakan brutal terhadap protes bulan lalu.

