Internationalmedia.co.id – News – Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Polandia di Warsawa memanas setelah Duta Besar AS, Tom Rose, secara mengejutkan memutuskan kontak dengan Ketua Parlemen Polandia, Wlodzimierz Czarzasty. Keputusan drastis ini, yang diumumkan pada Kamis (5/2) waktu setempat, dipicu oleh tuduhan Rose bahwa Czarzasty telah melontarkan penghinaan serius terhadap Presiden AS Donald Trump.
Pemutusan hubungan ini, yang ditegaskan Rose berlaku efektif segera, bermula dari serangkaian kritik tajam yang dilontarkan Czarzasty terhadap kebijakan Presiden Trump, serta penolakannya untuk mendukung pencalonan Trump meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Rose, seperti dilansir Reuters dan AFP pada Jumat (6/2/2026), menyatakan Kedutaan Besar AS di Warsawa "tidak akan lagi menjalin interaksi, melakukan kontak, atau komunikasi" dengan Czarzasty, menyebut tindakannya sebagai "penghinaan yang keterlaluan dan tanpa alasan" terhadap Trump.

Melalui pernyataan di media sosial X, Rose menegaskan bahwa "cercaan yang dinilai sangat tidak pantas dan tidak berdasar" oleh Czarzasty telah menjadi "kendala signifikan bagi hubungan baik kami dengan Perdana Menteri (Donald) Tusk dan pemerintahannya." Ia menambahkan dengan tegas, "Kami tidak akan mengizinkan siapa pun untuk mengikis fondasi hubungan AS-Polandia, atau meremehkan (Trump), yang telah melakukan begitu banyak hal untuk Polandia dan rakyat Polandia."
Kemarahan sang Duta Besar AS memuncak setelah Czarzasty, pada Senin (2/2), secara terbuka mengkritik inisiatif yang diusung oleh Ketua DPR AS Mike Johnson dan Ketua Knesset Israel Amir Ohana. Inisiatif tersebut bertujuan menggalang dukungan dari para ketua parlemen global untuk mencalonkan Trump meraih Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2026, atas perannya dalam upaya perdamaian di Timur Tengah. Czarzasty dengan tegas menolak untuk mendukung langkah tersebut.
"Menurut pandangan saya, Presiden Trump sedang memperkeruh suasana di organisasi-organisasi (internasional) ini dengan mencerminkan pendekatan politik yang cenderung transaksional dan menggunakan kekerasan," ujar Czarzasty kepada awak media setempat. "Semua ini mengindikasikan bahwa saya tidak akan mendukung pencalonan Hadiah Nobel Perdamaian untuk Presiden Trump karena dia tidak layak menerimanya."
Ia juga menyarankan agar Polandia lebih fokus untuk "mengukuhkan kemitraan yang telah terjalin" dengan organisasi seperti NATO, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), daripada bersekutu lebih erat dengan pemerintahan Trump. Czarzasty tak segan mengkritik kepemimpinan Trump, termasuk pemberlakuan tarif terhadap negara-negara Eropa, ancaman untuk mencaplok Greenland, dan klaim terbaru Trump mengenai sekutu-sekutu NATO yang "sedikit menjauh dari garis depan" selama perang di Afghanistan. Ia menuduh Trump telah "mengabaikan prinsip dan nilai politik, serta seringkali melanggar hukum internasional."
Menanggapi pengumuman Rose mengenai pemutusan kontak, Czarzasty menyatakan menyayangkan respons Duta Besar AS, namun menegaskan bahwa ia "tidak akan mengubah pendirian saya."
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk turut angkat bicara mengenai perselisihan diplomatik ini. Melalui media sosial X, Tusk menulis, "Duta Besar Rose, sekutu seharusnya saling menghormati, bukan saling menggurui. Setidaknya begitulah cara kami, di Polandia, memahami kemitraan." Insiden ini menambah dinamika kompleks dalam lanskap hubungan internasional di tengah ketegangan global.

